Mataram, NTB (ANTARA) - Sejumlah berita menarik di Nusa Tenggara Barat pada Selasa (10/2) yang perlu dibaca publik.
Berikut rangkuman Antara NTB yaitu:
1. Janji Wali Kota Mohan, Mataram bangun TPU modern terbesar di NTB
Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat mengatakan penyiapan tempat pemakaman umum (TPU) sentral dan modern menjadi komitmen pemerintah daerah itu memberikan pelayanan komprehensif bagi masyarakat.
Sekretaris Daerah Kota Mataram Lalu Alwan Basri di Mataram, Selasa, menjelaskan bahwa hal itu disebut pelayanan komprehensif karena mulai dari dalam kandungan, melahirkan, tumbuh kembang balita, sekolah, hingga meninggal, pemerintah kota memberikan layanan prima.
Baca beritanya di sini
2. Retak di benteng narkoba
Mataram (ANTARA) - Penangkapan itu seperti petir di siang bolong. Seorang kepala satuan reserse narkoba di Bima Kota, yang seharusnya berdiri di garis depan memerangi sabu-sabu, justru ditetapkan sebagai tersangka peredaran barang haram tersebut.
Dari rumah dinasnya di kompleks asrama Polres Bima Kota, Nusa Tenggara Barat (NTB), aparat menemukan sabu-sabu dengan berat bersih 488 gram, nyaris setengah kilogram. Tes urine menunjukkan hasil positif amphetamine dan methamphetamine. Tak lama berselang, sidang etik memutuskan pemberhentian tidak dengan hormat.
Baca beritanya di sini
3. Motif utang, Brigadir Rizka didakwa aniaya suami hingga tewas
Mataram (ANTARA) - Brigadir Rizka Sintiani terungkap dalam dakwaan menganiaya suaminya, Brigadir Esco Faska Rely hingga tewas karena motif terdesak utang bunga pegadaian.
"Terdakwa emosi karena permintaan uang Rp2,7 juta tidak diberikan untuk bayar utang bunga pegadaian," kata Muthmainnah mewakili tim jaksa penuntut umum membacakan dakwaan atas Brigadir Rizka di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Mataram, Selasa.
Baca beritanya di sini
4. Ahli forensik ungkap waktu kematian Brigadir Esco dari panjang belatung
Mataram (ANTARA) - Jaksa penuntut umum dalam dakwaan menyebut ahli forensik mendeteksi usia jenazah Brigadir Esco Faska Rely dari hasil pengukuran panjang badan belatung.
"Berdasarkan hasil visum/autopsi Esco, perkiraan waktu kematian berdasarkan panjang belatung adalah sekitar empat hingga enam hari sebelum pemeriksaan jenazah," kata Muthmainnah, mewakili tim jaksa penuntut umum membacakan dakwaan milik Brigadir Rizka di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Mataram, Selasa.
Selanjutnya, dari hasil visum dan autopsi jenazah, ahli forensik menemukan sejumlah beka luka-luka di sekujur jasad anggota Polres Lombok Barat tersebut.
Baca beritanya di sini
5. Harga emas Antam hari ini naik jadi Rp2,954 juta/gram, Selas 10 Februari 2026
Jakarta (ANTARA) - Harga emas Antam terbaru, yang dipantau dari laman Logam Mulia, di Jakarta, Selasa, pukul 08.59 WIB naik Rp14.000, dari semula Rp2.940.000 menjadi Rp2.954.000 per gram.
Sementara, untuk harga beli kembali (buyback) emas Antam kini naik menjadi Rp2.748.000 per gram, dan sewaktu-waktu bisa berubah.
Baca beritanya di sini
Baca juga: Terpopuler: Ahli forensik ungkap kematian Brigadir Esco, Mataram bangun TPU modern, hingga retak di benteng narkoba
Baca juga: Terpopuler: Viral! Video adegan panas oknum mahasiswa, pesta sabu di mess BWS Dompu, hingga Kasat Resnarkoba Bima Kota dipecat
Baca juga: Terpopuler: Warga turun ke laut berburu nyale, NTB lindungi penenun atau wastra, hingga Persebaya menang lawan Bali United
Baca juga: Terpopuler: Cerai meledak di Lombok Timur, Persija pinjamkan Ryo Matsumura, hingga Polda NTB bongkar permainan mebel SMK
Pewarta : Antara NTB
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026