Bulog NTB mendistribusikan 41.941 ton beras KPSH untuk stabilkan harga
Sabtu, 24 Desember 2022 0:47 WIB
Sejumlah pekerja melakukan pengemasan beras di pabrik pengemasan beras milik Bulog Nusa Tenggara Barat di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. (ANTARA/HO-Bulog NTB)
Mataram (ANTARA) - Perum Bulog Nusa Tenggara Barat sudah mendistribusikan sebanyak 41.941 ton beras untuk menjaga kestabilan harga melalui program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) yang digelar di 10 kabupaten/kota sejak Oktober dan akan berakhir pada 31 Desember 2022.
"Tahun ini, kami sudah menyalurkan beras KPSH mencapai 107,54 persen dari target 39.000 ton. Jumlah itu jauh meningkat dibanding tahun 2021 sebanyak 16.000 ton, dan tahun 2019 sebanyak 39.000 ton," kata Pimpinan Wilayah Bulog NTB Abdul Muis Sayyed Ali di Mataram, Jumat.
Abdul menyebutkan, harga beras medium yang dijual melalui program stabilisasi harga Rp8.500/kg. Harga tersebut jauh dari ketentuan harga eceran tertinggi (HET) beras medium sebesar Rp9.450/kg.
Sementara itu jika masyarakat atau pedagang langsung membeli ke gudang Bulog bisa memperoleh harga harga Rp8.300/kg.
"Kebijakan harga murah itu diambil untuk menjamin ketersediaan dan harga yang layak bagi masyarakat," ujarnya.
Harga beras kualitas medium di NTB, menurut Abdul, jauh lebih murah dibandingkan provinsi lain yang mencapai Rp10.000/kg. Hal itu berdasarkan evaluasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) secara nasional.
Bahkan, kata dia, TPID Provinsi NTB meraih tiga penghargaan TPID Awards dari Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian atas kinerjanya dalam melakukan upaya pengendalian inflasi.
Tiga penghargaan yang berhasil diraih oleh TPID di Provinsi NTB adalah TPID terbaik provinsi yang diberikan kepada Provinsi NTB. Selain itu, TPID terbaik kota indeks harga konsumen (IHK) yang dimenangkan oleh Kota Mataram, dan TPID terbaik kabupaten/kota nonIHK yang dimenangkan oleh Kabupaten Lombok Barat.
"Itu semua tidak lepas dari peran Bulog di dalamnya, yakni terus menjaga stok dan pasokan. Tidak hanya beras, Bulog juga menyediakan minyak goreng dan gula pasir dengan harga relatif lebih murah," ujarnya.
Ia mengatakan realisasi penyaluran beras KPSH pada Oktober yang tergolong tinggi mampu menempatkan Bulog NTB di urutan pertama dari seluruh provinsi. Namun saat ini sudah berada di posisi empat di bawah provinsi-provinsi yang persentasenya besar. Tapi dalam hal realisasi sudah menembus di atas 100 persen.
"Ini adalah hal yang baik bagi kami, bahwa Bulog NTB tetap melaksanakan fungsinya, yaitu menjaga ketersediaan beras, menjaga stabilitas harga dan menjaga harga gabah dan beras di tingkat petani tetap stabil," kata Abdul.
"Tahun ini, kami sudah menyalurkan beras KPSH mencapai 107,54 persen dari target 39.000 ton. Jumlah itu jauh meningkat dibanding tahun 2021 sebanyak 16.000 ton, dan tahun 2019 sebanyak 39.000 ton," kata Pimpinan Wilayah Bulog NTB Abdul Muis Sayyed Ali di Mataram, Jumat.
Abdul menyebutkan, harga beras medium yang dijual melalui program stabilisasi harga Rp8.500/kg. Harga tersebut jauh dari ketentuan harga eceran tertinggi (HET) beras medium sebesar Rp9.450/kg.
Sementara itu jika masyarakat atau pedagang langsung membeli ke gudang Bulog bisa memperoleh harga harga Rp8.300/kg.
"Kebijakan harga murah itu diambil untuk menjamin ketersediaan dan harga yang layak bagi masyarakat," ujarnya.
Harga beras kualitas medium di NTB, menurut Abdul, jauh lebih murah dibandingkan provinsi lain yang mencapai Rp10.000/kg. Hal itu berdasarkan evaluasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) secara nasional.
Bahkan, kata dia, TPID Provinsi NTB meraih tiga penghargaan TPID Awards dari Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian atas kinerjanya dalam melakukan upaya pengendalian inflasi.
Tiga penghargaan yang berhasil diraih oleh TPID di Provinsi NTB adalah TPID terbaik provinsi yang diberikan kepada Provinsi NTB. Selain itu, TPID terbaik kota indeks harga konsumen (IHK) yang dimenangkan oleh Kota Mataram, dan TPID terbaik kabupaten/kota nonIHK yang dimenangkan oleh Kabupaten Lombok Barat.
"Itu semua tidak lepas dari peran Bulog di dalamnya, yakni terus menjaga stok dan pasokan. Tidak hanya beras, Bulog juga menyediakan minyak goreng dan gula pasir dengan harga relatif lebih murah," ujarnya.
Ia mengatakan realisasi penyaluran beras KPSH pada Oktober yang tergolong tinggi mampu menempatkan Bulog NTB di urutan pertama dari seluruh provinsi. Namun saat ini sudah berada di posisi empat di bawah provinsi-provinsi yang persentasenya besar. Tapi dalam hal realisasi sudah menembus di atas 100 persen.
"Ini adalah hal yang baik bagi kami, bahwa Bulog NTB tetap melaksanakan fungsinya, yaitu menjaga ketersediaan beras, menjaga stabilitas harga dan menjaga harga gabah dan beras di tingkat petani tetap stabil," kata Abdul.
Pewarta : Awaludin
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam hari ini naik jadi Rp3,045 juta per gram, Jumat 27 Februari 2026
27 February 2026 11:20 WIB
Harga emas UBS hari ini Rp3,083 juta/gr dan Galeri24 Rp3,065 juta/gr, Jumat 27 Februari 2026
27 February 2026 8:58 WIB
Harga emas Antam hari ini naik jadi Rp3,039 juta/gram, Kamis 26 Februari 2026
26 February 2026 10:23 WIB
Harga emas UBS hari ini Rp3,082 juta/gr dan Galeri24 Rp3,057 juta/gr, Kamis 26 Februari 2026
26 February 2026 8:14 WIB
Perusahaan ABB sebut SDM investasi utama pengembangan teknologi otomatisasi
26 February 2026 6:11 WIB