Lombok Tengah (ANTARA) - Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengatakan pemerintah daerah mendukung rencana Bendungan Batujai dijadikan hub pesawat air (Seaplane) untuk memperkuat konektivitas pariwisata di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Nanti Bendungan Batujai sebagai penghubung antar kabupaten kota di NTB melalui seaplane," kata Lalu Pathul Bahri di Lombok Tengah, Sabtu.

Ia mengatakan pembangunan hub pesawat air di Bendungan Batujai tersebut dipastikan terwujud, karena telah dilakukan penandatanganan kerjasama dengan PT Abadi Mega Angkutan Nusantara (AMAN) selaku investor pembangunan hub dan hangat seaplane tersebut.

Ia mengatakan pesawat air ini nantinya akan mendukung konektivitas dalam rangka mendorong wisatawan berkualitas di NTB dan pihaknya menyatakan kesiapan Bendungan Batujai sebagai hangar bagi pendaratan seaplane.

"Bendungan Batujai sebagai hanggar sudah sangat siap. Kami mendukung  rencana ini," katanya.

Baca juga: Izin rampung, Lombok Tengah siap bangun hub pesawat air di Bendung Batujai

Ia mengatakan dampak positif yang ditimbulkan adalah adanya pertumbuhan dan pergerakan ekonomi masyarakat melalui UMKM, selain itu akan dijadikan pusat destinasi wisata bagi masyarakat.

"Sejauh ini sudah dilakukan uji analisis dampak lingkungan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten. Hasilnya tidak ada dampak lingkungan yang akan ditimbulkan," katanya.

Ia mengatakan selain itu masyarakat nelayan juga tidak akan terganggu dengan aktivitas seaplane itu. 

"Semua sudah dikaji dan dianalisis dampak baik buruknya dan insyaAllah tidak ada dampak negatif yang ditimbulkan terhadap lingkungan," katanya.

Baca juga: Bendungan di Lombok Tengah jadi percobaan hub pesawat air

Menurut penjelasan dari investor tersebut, panjang landasan yang akan digunakan sekitar 400 meter. Untuk sementara 2 pesawat yang akan parkir di Bendungan Batujai, namun melihat potensi pariwisata di NTB perkembangannya sangat pesat, tidak menutup kemungkinan akan lebih banyak lagi.

"Semua persyaratan sudah disiapkan sesuai regulasi," katanya.

Ia mengatakan seaplane rencananya akan mulai beroperasi di 2026 untuk mendukung event internasional MotoGP di Sirkuit Mandalika dan Asia Talent Cup guna menghadirkan wisatawan berkelas dunia.

"Direncana Juni 2026 sudah mulai beroperasi," katanya.

Baca juga: Bali, NTB dan NTT sepakati bangun super hub pariwisata



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026