Lombok Utara (ANTARA) - Para petani binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Barat melakukan panen cabai rawit di Desa Akar Akar, Kecamatan Bayan, Sabtu (27/2), dalam rangka memperkuat pengendalian inflasi pangan pada momen Ramadhan 1447 Hijriah.
Kepala Perwakilan BI NTB Hario K. Pamungkas, mengatakan cabai rawit menjadi salah satu komoditas hortikultura yang berkontribusi besar terhadap pergerakan inflasi di NTB, terutama pada periode hari besar keagamaan ketika permintaan masyarakat meningkat signifikan.
Ia menjelaskan tekanan harga cabai kerap terjadi akibat lonjakan permintaan yang tidak diimbangi dengan ketersediaan pasokan serta perbedaan waktu panen antarwilayah.
Baca juga: Pemkab Lombok Utara salurkan bantuan alat mesin pertanian
Oleh sebab itu, kesinambungan produksi dan kelancaran distribusi dinilai menjadi kunci utama menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
"Ketersediaan pasokan yang cukup dan distribusi yang lancar akan membantu menahan gejolak harga, khususnya pada momen Ramadhan ketika konsumsi rumah tangga meningkat," katanya.
Kegiatan panen dilaksanakan di lahan seluas 5,5 hektare dari total 40 hektare area tanam cabai yang dikelola antara lain oleh Kelompok Tani Beriuk Geger.
Kelompok tani yang berdiri sejak tahun 2000 itu beranggotakan 41 petani aktif dan mencatat produktivitas rata-rata 2–3 ton per hektare.
Dengan produktivitas tersebut, Poktan Beriuk Geger dinilai sebagai salah satu sentra produksi cabai rawit unggulan di Kabupaten Lombok Utara.
Baca juga: Produk kurma Lombok Utara ikuti pameran kurma internasional di Abu Dhabi
Dukungan kelembagaan yang telah disahkan dinas terkait serta pengelolaan budidaya yang terstruktur turut mendorong konsistensi produksi kelompok tersebut dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Pada kesempatan itu, Bank Indonesia juga menyerahkan bantuan sarana dan prasarana produksi pertanian secara simbolis kepada kelompok tani guna meningkatkan produktivitas komoditas hortikultura.
Bantuan tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas petani dalam menjaga kualitas dan kuantitas hasil panen.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lombok Utara Tresnahadi, mengatakan pemerintah daerah berkomitmen memperkuat sektor hortikultura melalui penyaluran bibit unggul, pendampingan teknis, serta penguatan sarana produksi.
Baca juga: Pemkab Lombok Utara tingkatkan inovasi para petani milenial
Menurutnya, upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung stabilitas inflasi daerah dan ketahanan pangan nasional.
Hasil panen cabai rawit dari Desa Akar Akar diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat Lombok Utara, tetapi juga dapat menopang pasokan ke sejumlah wilayah lain di NTB yang berpotensi mengalami tekanan harga menjelang Ramadhan.
Ke depan, koordinasi pengendalian harga melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus diperkuat melalui sinergi antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, dan instansi terkait lainnya.
Skema pemenuhan pasokan dari luar daerah juga disiapkan apabila terjadi kekurangan produksi, guna memastikan ketersediaan cabai tetap terjaga dan volatilitas harga pangan dapat dikendalikan.
Langkah sinergis tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga cabai rawit di NTB, sekaligus melindungi daya beli masyarakat pada momentum Ramadhan 2026.
Pewarta : Awaludin
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026