Rumah Bhinneka wujud menjunjung tinggi keberagaman
Selasa, 31 Januari 2023 18:44 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meresmikan Rumah Bhinneka di Jalan Nginden Baru 6 No. 28, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Selasa (31/1/2023). (ANTARA/HO-Diskominfo Surabaya)
Surabaya (ANTARA) - Rumah Bhinneka di Kota Surabaya, Jawa Timur, merupakan wujud dari upaya pemko setempat menjunjung tinggi keberagaman di Kota Pahlawan, kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
"Dengan adanya Rumah Bhinneka ini, saya berharap bisa menjadi bagian dari upaya Pemkot Surabaya untuk menyatukan seluruh agama dan suku di Kota Surabaya," katanya saat meresmikan Rumah Bhinneka di Surabaya, Selasa.
"Dengan adanya Rumah Bhinneka ini, saya berharap bisa menjadi bagian dari upaya Pemkot Surabaya untuk menyatukan seluruh agama dan suku di Kota Surabaya," katanya saat meresmikan Rumah Bhinneka di Surabaya, Selasa.
Menurut dia, Rumah Bhinneka yang berada di Jalan Nginden Baru 6 No. 28, Kecamatan Sukolilo itu merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kota Surabaya terhadap aktivitas toleransi dan pluralisme, karena seluruh suku, ras dan agama yang tinggal saling berdampingan dan menghormati antarwarga di Kota Pahlawan.
Bahkan, lanjut dia, Kota Surabaya menyandang predikat kota toleransi peringkat keenam se-Indonesia, dan peringkat satu di Jawa Timur. Selain itu, kata Eri, Rumah Bhinneka menjadi tempat berkumpul dan berdiskusi untuk melakukan pembauran, menjaring aspirasi masyarakat bersama berbagai suku, ras, agama, golongan, berbagai organisasi masyarakat, antara lain aliansi BEM. Serta merangkul berbagai kalangan masyarakat Surabaya untuk bersinergi dengan pemkot dalam pelaksanaan pembangunan.
Eri mengatakan, perwujudan Kota Surabaya sebagai kota toleransi adalah semakin dipertebal dengan upaya Pemkot Surabaya dalam pembauran etnis sebagai ruang interaksi. "Surabaya tetap menjadi bagian NKRI dengan Ideologi Pancasila, maka seluruh umat beragama dan suku memiliki hak yang sama terhadap kota itu," ujar Eri.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bangkesbangpol) Kota Surabaya Maria Theresia Ekawati Rahayu mengatakan, Rumah Bhineka ini difungsikan sebagai ruang berkumpul lintas agama, suku, ras, serta organisasi guna merekatkan persatuan dan kesatuan. "Serta bersinergi dengan Pemkot Surabaya dalam pelaksanaan pembangunan Kota Surabaya," kata dia.
Rumah Bhineka Kota Surabaya terdiri dari dua lantai yakni lantai satu untuk ruang FPK Kota Surabaya, ruang JPM Kota Surabaya, ruang aliansi BEM, ruang Pojok Baca, dan Mushola dan lantai dua digunakan untuk ruang rapat dan ruang transit.
Baca juga: Forum Pembauran Kebangsaan tempat silaturahim berbagai etnis
Baca juga: Menkumham ingatkan pentingnya mengenalkan toleransi
Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Surabaya Hoslih Abdullah mengatakan, dukungan dari Pemkot Surabaya telah memberikan ruang berkumpul untuk ikut menentukan program pembangunan.
"Dukungan Pemkot Surabaya dan Walikota sangat luar biasa. Kami akan segera membahas program utama untuk segera melakukan turun dan melakukan kegiatan di kalangan masyarakat," kata Hoslih.
"Dengan adanya Rumah Bhinneka ini, saya berharap bisa menjadi bagian dari upaya Pemkot Surabaya untuk menyatukan seluruh agama dan suku di Kota Surabaya," katanya saat meresmikan Rumah Bhinneka di Surabaya, Selasa.
"Dengan adanya Rumah Bhinneka ini, saya berharap bisa menjadi bagian dari upaya Pemkot Surabaya untuk menyatukan seluruh agama dan suku di Kota Surabaya," katanya saat meresmikan Rumah Bhinneka di Surabaya, Selasa.
Menurut dia, Rumah Bhinneka yang berada di Jalan Nginden Baru 6 No. 28, Kecamatan Sukolilo itu merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kota Surabaya terhadap aktivitas toleransi dan pluralisme, karena seluruh suku, ras dan agama yang tinggal saling berdampingan dan menghormati antarwarga di Kota Pahlawan.
Bahkan, lanjut dia, Kota Surabaya menyandang predikat kota toleransi peringkat keenam se-Indonesia, dan peringkat satu di Jawa Timur. Selain itu, kata Eri, Rumah Bhinneka menjadi tempat berkumpul dan berdiskusi untuk melakukan pembauran, menjaring aspirasi masyarakat bersama berbagai suku, ras, agama, golongan, berbagai organisasi masyarakat, antara lain aliansi BEM. Serta merangkul berbagai kalangan masyarakat Surabaya untuk bersinergi dengan pemkot dalam pelaksanaan pembangunan.
Eri mengatakan, perwujudan Kota Surabaya sebagai kota toleransi adalah semakin dipertebal dengan upaya Pemkot Surabaya dalam pembauran etnis sebagai ruang interaksi. "Surabaya tetap menjadi bagian NKRI dengan Ideologi Pancasila, maka seluruh umat beragama dan suku memiliki hak yang sama terhadap kota itu," ujar Eri.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bangkesbangpol) Kota Surabaya Maria Theresia Ekawati Rahayu mengatakan, Rumah Bhineka ini difungsikan sebagai ruang berkumpul lintas agama, suku, ras, serta organisasi guna merekatkan persatuan dan kesatuan. "Serta bersinergi dengan Pemkot Surabaya dalam pelaksanaan pembangunan Kota Surabaya," kata dia.
Rumah Bhineka Kota Surabaya terdiri dari dua lantai yakni lantai satu untuk ruang FPK Kota Surabaya, ruang JPM Kota Surabaya, ruang aliansi BEM, ruang Pojok Baca, dan Mushola dan lantai dua digunakan untuk ruang rapat dan ruang transit.
Baca juga: Forum Pembauran Kebangsaan tempat silaturahim berbagai etnis
Baca juga: Menkumham ingatkan pentingnya mengenalkan toleransi
Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Surabaya Hoslih Abdullah mengatakan, dukungan dari Pemkot Surabaya telah memberikan ruang berkumpul untuk ikut menentukan program pembangunan.
"Dukungan Pemkot Surabaya dan Walikota sangat luar biasa. Kami akan segera membahas program utama untuk segera melakukan turun dan melakukan kegiatan di kalangan masyarakat," kata Hoslih.
Pewarta : Abdul Hakim
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Memaknai cium kening dan azan di televisi dari kunjungan Paus Fransiskus
05 September 2024 18:50 WIB, 2024
Paus Fransiskus kagum dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika di Indonesia
04 September 2024 17:40 WIB, 2024
Kelompok tani Jakarta: Memetik pundi-pundi rupiah dari tanaman rosella
21 November 2023 6:20 WIB, 2023
BKKBN sebut Pancasila inspirasi jawab masalah stunting dalam masyarakat
15 February 2023 21:28 WIB, 2023
Komnas Perempuan sebut ragam busana tidak bertentangan dengan nilai agama
19 August 2022 9:02 WIB, 2022