Mataram (Antara Mataram) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) makin fokus memperjuangkan rute penerbangan Chatay Pacifik dari Hong Kong ke Lombok, setelah dua maskapai penerbangan asing merealisasikan rute penerbangan langsung ke Bandara Internasional Lombok (BIL), dalam tiga bulan terakhir ini.

"Sekarang fokus ke Chatay Facifik, setelah Jetstar dan Tiger realisasikan rute penerbangan langsung ke Lombok," kata Wakil Gubernur NTB H Muh Amin, usai penyambutan rombongan penerbangan perdana Tiger Airways, di BIL, Jumat.

Mulai 22 November 2013, maskapai penerbangan Singapura Tiger Airways melayani rute penerbangan dari Bandara Internasional Changi Singapura ke BIL, dengan waktu penerbangan 2,5 jam.

Tiger Airways akan terbang rutin dari Singapura ke Lombok pulang-pergi (PP), tiga kali seminggu yaitu setiap Senin, Jumat dan Minggu, menggunakan pesawat jenis Airbus A320.

Tiger memperkuat rute penerbangan internasional Singapura-Lombok yang sudah lebih dulu dilayani maskapai penerbangan Silk Air, lima kali seminggu setiap Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu.

Pada 24 September 2013, Jetstar Airways mulai melayani rute penerbangan langsung dari Perth Australia, ke Lombok, NTB, dengan waktu penerbangan tiga jam 40 menit.

Kini, penerbangan Perth-Lombok itu dijadwalkan empat kali seminggu setiap Selasa, Kamis, Jumat dan Minggu.

Kepala Komersial dan Operasional Jetstar Nigel Fanning berjanji akan menambah frekuensi penerbangan langsung dari Perth-Lombok, jika peningkatan jumlah penumpang cukup signifikan, dari empat kali menjadi tujuh kali seminggu atau setiap hari.

Manajemen Jetstar menargetkan jumlah penumpang rute Perth-Lombok sebanyak 100 ribu pertahun, sehingga terbuka peluang untuk meningkatkan frekuensi penerbangan dari empat kali menjadi tujuh kali seminggu atau setiap hari.

Penerbangan asing lainnya yang sudah terealisasi terlebih dahulu yakni AirAsia yang melayani rute Kuala Lumpur-LOmbok, yang dimulai sejak 12 Oktober 2012, dengan lama penerbangan tiga jam 10 menit.

Semula AirAsia terbang tiga kali seminggu yakni setiap Rabu, Jumat dan Minggu, namun pada Maret 2013, manajemen AirAsia menambah frekuensi penerbangan Kuala Lumpur-Lombok dari tiga kali menjadi empat kali seminggu, atau tambah hari Kamis.

Dengan demikian, kini sudah ada empat maskapai penerbangan asing yang melayani rute penerbangan ke Lombok, dan diyakini Chatay Pacifik akan menjadi maskapai yang kelima untuk rute penerbangan ke Lombok.

Amin mengatakan, saat ini manajemen Chatay Pacifik tengah mengurus berbagai perizinan untuk dapat menggunakan rute penerbangan langsung Hong kong-Lombok.

Berbagai perizinan itu diurus setelah melakukan penjajakan, bersama komunitas investor Hongkong.

Pada 13 Maret 2013, rombongan investor Hong Kong yang dikoordinir Sekretaris Perdagangan dan Pembangunan Ekonomi Pemerintah Hong Kong Gregory So, mewakili Menteri Pariwisata Hong Kong, berkunjung ke Indonesia.

Kunjungan ke Pulau Lombok, NTB, pada 15 Maret 2013, atau setelah pertemuan dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) ASEAN Le Luong Munh, di Jakarta.

Selama di Lombok, perwakilan maskapai penerbangan Cathay Pacifik menjajaki peluang rute penerbangan langsung Hong Kong - Lombok.

Sempat digelar pertemuan koordinasi perwakilan Cathay Pacifik itu dengan unsur pemerintah daerah yang digelar di kantor Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi NTB.

Saat itu, Kepala Dishubkominfo NTB memaparkan konektivitas di Bandara Internasional Lombok dan upaya-upaya peningkatan kualitas bandara, serta kendala teknis seperti `slot time` penerbangan ke bandara tersebut.

Untuk Bandara Lombok tidak ada masalah soal `slot time` sehingga peluang besar untuk membuka rute penerbangan langsung Hong Kong-Lombok.

"Kami terus dorong supaya Chatay Pacifik segera realisasikan penerbangan langsung dari Hong Kong ke Lombok. Upaya koordinasi dengan berbagai pihak terkait semakin intens," ujar Amin. (*)