Tiga kawasan rawan bencana aman dari dampak erupsi Merapi
Sabtu, 11 Maret 2023 18:17 WIB
Situasi Desa Balerante di wilayah Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, usai erupsi Gunung Merapi pada Sabtu (11/3/2023) siang. (ANTARA/Dokumentasi sukarelawan)
Solo (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten di Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa tiga kawasan rawan bencana aman dari dampak erupsi Gunung Merapi pada Sabtu siang. "Informasi dari tiga KRB (kawasan rawan bencana) mengatakan semuanya aman dan terkendali," kata Sekretaris BPBD Kabupaten Klaten Nur Cahyo di Klaten, Sabtu.
Dia mengatakan bahwa kawasan rawan bencana yang aman dari dampak erupsi Gunung Merapi yakni Desa Balerante, Desa Sidorejo, dan Desa Tegalmulyo. "Yang terbaru dari Sidorejo wilayahnya aman, abu ke arah barat dan barat daya," katanya, menambahkan, wilayah Balerante dan Tegalmulyo juga dalam kondisi aman.
Menurut dia, BPBD Kabupaten Klaten sudah menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke sejumlah lokasi untuk memantau dampak erupsi Gunung Merapi. "Mudah-mudahan kondisi aman. Kami masih pantau kondisi ini," kata Nur Cahyo.
Baca juga: Tim SAR cari remaja tenggelam di Pantai Lere Bima
Baca juga: BPBD Sumenep bantu pemulangan lima ABK ke Sapeken
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan bahwa Gunung Merapi memuntahkan awan panas guguran ke arah Kali Bebeng dan Kali Krasak pada Sabtu pukul 12.12 WIB. BPPTKG meminta masyarakat menjauhi area bahaya yang berjarak sekitar tujuh kilometer dari puncak Gunung Merapi di alur Kali Bebeng dan Krasak.
Dia mengatakan bahwa kawasan rawan bencana yang aman dari dampak erupsi Gunung Merapi yakni Desa Balerante, Desa Sidorejo, dan Desa Tegalmulyo. "Yang terbaru dari Sidorejo wilayahnya aman, abu ke arah barat dan barat daya," katanya, menambahkan, wilayah Balerante dan Tegalmulyo juga dalam kondisi aman.
Menurut dia, BPBD Kabupaten Klaten sudah menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke sejumlah lokasi untuk memantau dampak erupsi Gunung Merapi. "Mudah-mudahan kondisi aman. Kami masih pantau kondisi ini," kata Nur Cahyo.
Baca juga: Tim SAR cari remaja tenggelam di Pantai Lere Bima
Baca juga: BPBD Sumenep bantu pemulangan lima ABK ke Sapeken
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan bahwa Gunung Merapi memuntahkan awan panas guguran ke arah Kali Bebeng dan Kali Krasak pada Sabtu pukul 12.12 WIB. BPPTKG meminta masyarakat menjauhi area bahaya yang berjarak sekitar tujuh kilometer dari puncak Gunung Merapi di alur Kali Bebeng dan Krasak.
Pewarta : Aris Wasita
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gunung Semeru hari ini alami 16 kali erupsi, tinggi letusan capai 1.100 meter
03 December 2025 10:28 WIB
Basarnas intensifkan evakuasi warga antisipasi letusan susulan Semeru-Jatim
20 November 2025 5:34 WIB