Jakarta (ANTARA) - Keluarga mitra pengemudi ojek online (ojol) yang meninggal beberapa waktu lalu bernama Rusdamdiansyah (Dandi) kini mulai bangkit berkat kios digital di Perumahan Grand Sulawesi, Romang Lompoa, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.
Kios digital yang kini menjadi penopang kehidupan baru bagi keluarga yang ditinggalkan merupakan bagian dari program GrabKios dan dikelola oleh Saerah ibu almarhum, bersama Putri adik Dandi dan suaminya Reza.
“Kami masih berusaha menerima kehilangan ini. Tapi dengan adanya kios ini, kami punya kegiatan dan penghasilan untuk melanjutkan hidup,” ujar Saerah di Jakarta pada Sabtu.
Saerah adalah ibu dari Rusdamdiansyah yang akrab disapa Dandi, mitra pengemudi Grab yang meninggal dunia saat demonstrasi berujung kerusuhan pada 29 Agustus 2025.
Baca juga: Kendaraan ojol di NTB wajib pakai plat lokal
Setiap hari, mereka melayani kebutuhan digital warga sekitar, mulai dari pembelian pulsa hingga transaksi sederhana lainnya, yang kini menjadi sumber penghasilan utama keluarga. Saerah mengaku menjalani hari-hari setelah kepergian anaknya bukan perkara mudah, namun keberadaan kios tersebut perlahan membantu keluarga menata kembali kehidupan.
Program GrabKios merupakan bagian dari pendampingan berkelanjutan yang diberikan Grab kepada keluarga mitra.
Baca juga: Ombudsman menekankan profesionalisme dalam pengamanan aksi
Bagi keluarga Dandi, kios kecil itu lebih dari sekadar tempat usaha. Kios itu menjadi simbol harapan baru dan pengingat bahwa di tengah kehilangan, masih ada kesempatan untuk kembali bangkit dan menatap hari esok.