Wamen BUMN sebut Indihome dan Telkomsel siap diintegrasikan
Senin, 3 April 2023 19:28 WIB
Tangkapan layar - Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (3/4/2023). ANTARA/YouTube Komisi VI DPR RI Channel
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan Indihome dan Telkomsel akan diintegrasikan dalam rangka memberikan pelayanan lebih utuh kepada masyarakat.
"Saat ini kita memaparkan bagaimana mengintegrasikan dua mesin bisnis utama Grup Telkom yakni Telkomsel sebagai mobile provider dan IndiHome sebagai fiber broadband provider," ujar Kartika Wirjoatmodjo atau disapa Tiko dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin.
Menurut Tiko, Integrasi antara bisnis mobile dengan fiber broadband ini merupakan suatu keniscayaan dan transformasi yang diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih utuh kepada masyarakat, dan juga meningkatkan pendapatan secara jangka panjang.
Sebagaimana diketahui bahwa bisnis mobile merupakan bisnis yang mulai menurun secara pertumbuhan masa depan, namun kita meyakini masyarakat semakin lama akan beralih kepada fiber broadband dan jaringan Wifi.
"Kita sebagai pemain utama di sektor tersebut harus melakukan transformasi yang cepat dan tepat sasaran sehingga antara layanan mobile dengan broadband dan Wifi bisa diintegrasikan dalam satu rumah, sehingga nantinya masyarakat bisa merasakan layanan ini terintegrasi," ujar Tiko.
Selama tiga tahun terakhir, Kementerian BUMN berusaha mentransformasikan Telkom untuk berubah dari perusahaan telekomunikasi menjadi perusahaan infrastruktur digital. Telah disusun aksi korporasi yang cukup banyak, di mana salah satu yang telah dilaksanakan pada tahun lalu adalah spin-off anak perusahaan Telkom yang terkait dengan menara atau tower telekomunikasi yakni Mitratel.
Sebelumnya, Telkomsel sebagai anak perusahaan Telkom mengungkap pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan perusahaan induknya dan Indihome terkait rencana pengalihan layanan fixed broadband dari Indihome ke Telkomsel.
Baca juga: Survei Indo Barometer: Erick Thohir cawapres terkuat
Baca juga: BUMN Indra Karya terima Sertifikat INDI 4.0
Vice President Corporate Communications Telkomsel Saki Hamsat Bramono mengatakan, adapun perpindahan layanan yang dimaksud ditujukan agar Telkom Group dapat menghadirkan Fixed Mobile Convergence (FMC).
Secara sederhana FMC adalah langkah mengkonvergensikan layanan fixed broadband dan mobile broadband sehingga menghadirkan kinerja telekomunikasi yang lebih baik bagi masyarakat. FMC juga cukup banyak diteliti khususnya di Indonesia mengingat belum ada perusahaan telekomunikasi yang menerapkan layanan ini.
"Saat ini kita memaparkan bagaimana mengintegrasikan dua mesin bisnis utama Grup Telkom yakni Telkomsel sebagai mobile provider dan IndiHome sebagai fiber broadband provider," ujar Kartika Wirjoatmodjo atau disapa Tiko dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin.
Menurut Tiko, Integrasi antara bisnis mobile dengan fiber broadband ini merupakan suatu keniscayaan dan transformasi yang diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih utuh kepada masyarakat, dan juga meningkatkan pendapatan secara jangka panjang.
Sebagaimana diketahui bahwa bisnis mobile merupakan bisnis yang mulai menurun secara pertumbuhan masa depan, namun kita meyakini masyarakat semakin lama akan beralih kepada fiber broadband dan jaringan Wifi.
"Kita sebagai pemain utama di sektor tersebut harus melakukan transformasi yang cepat dan tepat sasaran sehingga antara layanan mobile dengan broadband dan Wifi bisa diintegrasikan dalam satu rumah, sehingga nantinya masyarakat bisa merasakan layanan ini terintegrasi," ujar Tiko.
Selama tiga tahun terakhir, Kementerian BUMN berusaha mentransformasikan Telkom untuk berubah dari perusahaan telekomunikasi menjadi perusahaan infrastruktur digital. Telah disusun aksi korporasi yang cukup banyak, di mana salah satu yang telah dilaksanakan pada tahun lalu adalah spin-off anak perusahaan Telkom yang terkait dengan menara atau tower telekomunikasi yakni Mitratel.
Sebelumnya, Telkomsel sebagai anak perusahaan Telkom mengungkap pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan perusahaan induknya dan Indihome terkait rencana pengalihan layanan fixed broadband dari Indihome ke Telkomsel.
Baca juga: Survei Indo Barometer: Erick Thohir cawapres terkuat
Baca juga: BUMN Indra Karya terima Sertifikat INDI 4.0
Vice President Corporate Communications Telkomsel Saki Hamsat Bramono mengatakan, adapun perpindahan layanan yang dimaksud ditujukan agar Telkom Group dapat menghadirkan Fixed Mobile Convergence (FMC).
Secara sederhana FMC adalah langkah mengkonvergensikan layanan fixed broadband dan mobile broadband sehingga menghadirkan kinerja telekomunikasi yang lebih baik bagi masyarakat. FMC juga cukup banyak diteliti khususnya di Indonesia mengingat belum ada perusahaan telekomunikasi yang menerapkan layanan ini.
Pewarta : Aji Cakti
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Eks Dirut Pertamina, Wadirut Pelindo, dan Sesmen BUMN jalani pemeriksaan di KPK
04 February 2026 16:10 WIB
Analis komunikasi politik harap Danantara berjalan selaras dengan kepentingan nasional
23 January 2026 5:07 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas hari ini UBS Rp2,961 juta/gr dan Galeri24 Rp2,946 juta/gr, Sabtu 7 Februari 2026
07 February 2026 11:09 WIB
Bulan K3 Nasional, Pelindo Lembar edukasi portir tentang keselamatan kerja
07 February 2026 4:43 WIB
Geopolitik bergejolak, Emas jadi raja: Permintaan dunia cetak rekor 5.002 Ton
06 February 2026 9:14 WIB