Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan sebanyak 800 personel gabungan dari TNI/Polri dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait siap mengamankan kegiatan pawai takbiran menyambut 1 Syawal 1444 Hijriah.

"Insya Allah pukul 16.00 Wita, akan digelar apel persiapan pengamanan pawai takbiran, setelah ada penetapan 1 Syawal secara resmi dari pemerintah," kata Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram Lalu Martawang di Mataram, Kamis.

Dikatakan, selain dari jajaran TNI/Polri sebanyak 800 personel yang disiagakan itu juga berasal dari unsur Dinas Perhubungan, Satpol PP Kota Mataram, serta Dinas Kesehatan Kota Mataram. Bahkan, pihaknya telah meminta Dinas Kesehatan melakukan pengawalan dengan menggunakan mobil ambulans termasuk tim medis untuk mendampingi kafilah di setiap lokasi pawai takbiran. "Itu sebagai langkah antisipasi. Tapi kita tetap berdoa semoga hal-hal yang tidak dinginkan, tidak terjadi," katanya.

Lebih jauh Martawang mengatakan, berdasarkan data jumlah kafilah pawai takbiran di Kota Mataram diprediksi mencapai 200 lebih. Pasalnya, data tanggal 13 April 2023, peserta yang sudah mendaftar tercatat 187 kafilah berasal dari enam kecamatan se-Kota Mataram.

Sebanyak 187 kafilah tersebut terdiri atas, Kecamatan Selaparang 40 kafilah, Kecamatan Ampenan 47 kafilah, sementara Kecamatan Mataram, Cakranegara, Sekarbela, dan Sandubaya masing-masing 25 kafilah. "Kegiatan pawai takbiran tahun ini, dilaksanakan di masing-masing kecamatan agar girah, kemeriahan, dan silaturahim antar warga semakin kuat," katanya.

Baca juga: Pemkab Lombok Tengah menggelar pawai Takbiran malam Lebaran
Baca juga: DLH Mataram menyiagakan 800 petugas atasi sampah sisa pawai takbiran

Terkait dengan itu, untuk memastikan kegiatan pawai takbiran di enam kecamatan berjalan aman dan lancar, seluruh perangkat keamanan akan bekerja secara optimal di lapangan. Selain itu, Pemerintah Kota Mataram juga mengimbau kepada peserta agar tetap menjaga kondusifitas, kebersamaan, dan tidak membawa petasan, mercon, atau kembang api.

"Jangan sampai terjadi perang kembang api antar kafilah. Sebaliknya, peserta harus saling menghormati, sopan, dan bermartabat sehingga pawai takbiran dan Idul Fitri berjalan lancar," katanya.

 

Pewarta : Nirkomala
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024