Mataram,  (Antara) - Perusahaan Daerah Air Minum Giri Menang Mataram, Nusa Tenggara Barat, berencana menaikkan tarif pelayanan sebagai salah satu dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi.

"Rencana ini masih kami kaji, dan semaksimal mungkin jika masih ada peluang untuk tidak menaikkan, kami akan coba bertahan," kata Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Menang Mataram Lalu Ahmad Zaini di Mataram, Jumat.

Seusai menerima penghargaan dari Perwakilan Ombudsman NTB, Ahmad Zaini mengatakan, tarif pelanggan PDAM saat ini Rp800 per 1.000 liter. Harga itu diakuinya cukup standar karena diyakini jika masyarakat dibayar untuk menimba air sumur ddengan imbalan Rp1.000 per 1.000 liter belum tentu ada yang mau.

"Coba sekarang, kita meminta orang untuk ambil air di sumur lalu kita bayar Rp1.000 untuk 1.000 liter apa dia mau," katanya.

Namun demikian, Zaini berjanji, kenaikan tarif pelanggan itu akan diberlakukan jika sudah tidak ada alternatif untuk menutupi kenaikan biaya operasional.

"Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir sebab kami sedang berusaha melakukan penyesuaian anggaran akibat kenaikan BBM. Kenaikan tarif masih kami rencanakan sampai kapan, kami juga belum tahu sejauh mana kami mampu menutupi biaya operasional," katanya.

Ditambahkannya, kenaikan tarif tersebut tentu akan menjadi motivasi juga bagi PDAM untuk terus meningkatkan pelayanan kepada semua pelanggaan.

"Kami harus bertanggung jawab dengan penghargaan dari Ombudsman yang telah memberikan penilaian terbaik sebesar 955 ponit terdapat pelayanan publik di PDAM," katanya.

Berbeda dengan realisasi kenaikan tarif yang belum ditetapkan, PDAM telah menetapkan kenaikan biaya sambungan baru hingga 50 persen dari biaya sebelumnya yakni dari Rp1 juta menjadi Rp1,5 juta dan akan diberlakukan mulai 1 Januari 2015.

Menurut dia, kebijakan kenaikan biaya sambungan tersebut berdasarkan pertimbangan berbagai komponen harga material relatif akan meningkat seiring dengan kenaikan harga BBM.

Selain itu, biaya sambungan baru sebesar Rp1 juta itu sudah cukup lama, bahkan harga BBM sudah naik hingga tiga kali tiga tetapi PDAM tidak pernah melakukan penyesuaian kenaikan.

"Oleh karena itu, kebijakan kami untuk menaikkan biaya sambungan baru saat ini cukup wajar. Kami melakukan kajian-kajian sebelumnya," katanya.

Pewarta : Nirkomala
Editor :
Copyright © ANTARA 2026