Mataram (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, telah menyiapkan satgas khusus untuk penanganan sampah pada dua lokasi perayaan tradisi Lebaran Topat yang akan digelar pada Sabtu (29/4) di kota itu.

"Untuk satgas kita siapkan 24 orang, sedangkan petugas penyapu sebanyak 100 orang," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram HM Kemal Islam di Mataram, Kamis.

Pernyataan itu disampaikan menyikapi kesiapan petugas kebersihan menangani sampah sisa aktivitas masyarakat yang merayakan Lebaran Topat yang dipusatkan di dua lokasi yakni di Makam Loang Baloq Sekarbela dan Makam Bintaro Ampenan.

Menurutnya, untuk mengoptimalkan penanganan sampah di dua lokasi tersebut satgas dan penyapu akan dibagi sesuai wilayah masing-masing. Karenanya, 40 penyapu fokus menangani kawasan Loang Baloq, dan 60 penyapu bertanggung jawab terhadap penanganan sampah di kawasan Bintaro Ampenan.

"Sementara 24 satgas kami akan melakukan patroli, sekaligus mengawasi proses penanganan sampah di dua lokasi tersebut. Target kita, setelah acara selesai, kawasan itu juga kembali bersih," katanya.

Lebih jauh Kemal memprediksi dari pengalaman tahun sebelumnya volume sampah saat Lebaran Topat di dua lokasi itu sekitar 5 ton.

Hanya saja, antisipasi tetap dilakukan karena tahun ini diperkirakan ada lonjakan pengunjung karena tidak adanya pembatasan pengunjung saat Lebaran Topat.
"Kalau tahun lalu, objek wisata dibuka tapi ada pembatasan pengunjung karena pandemi COVID-19," katanya.

Karena itu, pihaknya juga menyiapkan tong-tong sampah di kawasan Taman Loang Baloq serta mini kontainer di kawasan Makam Bintaro untuk memudahkan petugas dalam proses penanganan sampah.

Pihaknya, tidak mau kecolongan seperti saat penanganan sampah sisa pawai takbiran dan kemarin yang ternyata semua ruas jalan digunakan oleh kafilah yang tidak terakomodasi menjadi kafilah di tingkat kecamatan.

Pasalnya saat pawai takbiran, DLH mengakui salah perhitungan, karena ternyata lingkungan yang tidak masuk dalam kafilah kecamatan melakukan pawai sendiri.

"Jadi semua ruas jalan kota, provinsi, dan jalan negara harus kita bersihkan, volume sampah saat itu mencapai 10 ton dan itu kita kerjakan selama dua hari," katanya.*

Pewarta : Nirkomala
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024