MyRepublic menyasar UMKM lewat literasi digital
Selasa, 11 Juli 2023 8:54 WIB
Partnership and Marketing MyRepublic Shella Maryanti (kanan), bersama Public Relation MyRepublic Brigitta Gabriella (kiri) saat temu media, di Semarang, Jawa Tengah, Senin (10/7/2023). ANTARA/Zuhdiar Laeis
Semarang (ANTARA) - MyRepublic, penyedia jasa layanan internet dan TV berlangganan, mulai menyasar kalangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk memperluas jaringan bisnis melalui pemberian literasi digital.
"Ibu-ibu (pelaku, Red) UMKM kami kumpulin di 'coffee shop'. Kami berikan penjelasan, bagaimana 'support' internet membantu bisnisnya," kata Partnership and Marketing Manager MyRepublic Shelly Maryanti, di Semarang, Jawa Tengah, Senin.
Menurut dia, digitalisasi saat ini sudah merambah ke berbagai sektor, termasuk UMKM, karena kegiatan perdagangan saat ini sudah serba online yang membutuhkan jaringan internet sehingga pelaku UMKM harus melek digital. Melalui literasi digital, pelaku UMKM diberikan pengetahuan, misalnya bagaimana memilih kapasitas jaringan internet yang harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sesuai skala usaha dan model promosi.
"Kalau untuk TikTok, jualan secara 'live' jaringan kan harus kenceng. Jangan pilih bandwidth yang kecil, minimal 50 Mbps. Kalau sering 'live streaming', misalnya, ya pilih yang 250 MBps," ujarnya lagi.
Literasi untuk kalangan pelaku UMKM, kata dia, terus dilakukan MyRepublic untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan dalam memanfaatkan internet, termasuk juga kepada anak-anak sekolah. Seiring dengan itu, MyRepublic juga semakin memperluas jaringan di berbagai kabupaten/kota, termasuk Jawa Tengah, dengan membuka cabang baru di Kota Salatiga, Kabupaten Kendal, Brebes, dan Klaten.
Rencananya, peluncuran cabang baru tersebut akan dilakukan pada 23 Juli mendatang, bersamaan dengan tiga wilayah lainnya, yakni Kota Kediri, Kabupaten Purwakarta, dan Kota Mataram, NTB secara serentak. "Pembukaan cabang baru ada di tujuh wilayah akan kami adakan secara serentak pada 23 Juli di Kota Mataram. Untuk Jawa Tengah ada empat wilayah yakni Kendal, Salatiga, Klaten dan Brebes," katanya pula.
Kendal dan Salatiga dipilih untuk pembukaan cabang baru, kata dia, karena pangsa pasarnya besar, apalagi berdekatan dengan Kota Semarang yang memang memiliki potensi pelanggan sangat besar. Untuk wilayah Kendal dan Salatiga, kata dia lagi, masing-masing sudah terdapat 500 pelanggan, dengan titik sambung sudah tersedia masing-masing 5.000 titik, dan akhir tahun akan dirampungkan 10.000 titik sambung.
"Secara nasional, kami sudah ada 350 ribu pelanggan. Kalau Kota Semarang sudah ada 17.000 pelanggan dengan 70 ribu titik sambung di Kecamatan Pedurungan, Ngaliyan, Mijen, Banyumanik dan Gajahmungkur," katanya lagi.
Baca juga: Cianjur tangani puluhan titik blankspot tahun 2021-2023
Baca juga: SATRIA-1 to realize equitable public digital infrastructure
Ia menyebutkan sampai saat ini sudah ada 30 kabupaten/kota di Indonesia yang tercover jaringan MyRepublic, dan di Kota Semarang sudah delapan tahun memberikan layanan internet dan TV berlangganan. MyRepublic, kata Shelly lagi, menyasar pelanggan di area perumahan atau residensial, apartemen, hingga restoran dan kafe, termasuk sektor UMKM dengan berbagai keunggulan yang dimiliki.
"Menghadapi persaingan yang kompetitif, kalau kami lebih fokus bagaimana meningkatkan kualitas pelayanan kepada 'customer'. Target 'coverage' hingga akhir tahun ini bisa menambah 50 area," ujarnya pula.
"Ibu-ibu (pelaku, Red) UMKM kami kumpulin di 'coffee shop'. Kami berikan penjelasan, bagaimana 'support' internet membantu bisnisnya," kata Partnership and Marketing Manager MyRepublic Shelly Maryanti, di Semarang, Jawa Tengah, Senin.
Menurut dia, digitalisasi saat ini sudah merambah ke berbagai sektor, termasuk UMKM, karena kegiatan perdagangan saat ini sudah serba online yang membutuhkan jaringan internet sehingga pelaku UMKM harus melek digital. Melalui literasi digital, pelaku UMKM diberikan pengetahuan, misalnya bagaimana memilih kapasitas jaringan internet yang harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sesuai skala usaha dan model promosi.
"Kalau untuk TikTok, jualan secara 'live' jaringan kan harus kenceng. Jangan pilih bandwidth yang kecil, minimal 50 Mbps. Kalau sering 'live streaming', misalnya, ya pilih yang 250 MBps," ujarnya lagi.
Literasi untuk kalangan pelaku UMKM, kata dia, terus dilakukan MyRepublic untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan dalam memanfaatkan internet, termasuk juga kepada anak-anak sekolah. Seiring dengan itu, MyRepublic juga semakin memperluas jaringan di berbagai kabupaten/kota, termasuk Jawa Tengah, dengan membuka cabang baru di Kota Salatiga, Kabupaten Kendal, Brebes, dan Klaten.
Rencananya, peluncuran cabang baru tersebut akan dilakukan pada 23 Juli mendatang, bersamaan dengan tiga wilayah lainnya, yakni Kota Kediri, Kabupaten Purwakarta, dan Kota Mataram, NTB secara serentak. "Pembukaan cabang baru ada di tujuh wilayah akan kami adakan secara serentak pada 23 Juli di Kota Mataram. Untuk Jawa Tengah ada empat wilayah yakni Kendal, Salatiga, Klaten dan Brebes," katanya pula.
Kendal dan Salatiga dipilih untuk pembukaan cabang baru, kata dia, karena pangsa pasarnya besar, apalagi berdekatan dengan Kota Semarang yang memang memiliki potensi pelanggan sangat besar. Untuk wilayah Kendal dan Salatiga, kata dia lagi, masing-masing sudah terdapat 500 pelanggan, dengan titik sambung sudah tersedia masing-masing 5.000 titik, dan akhir tahun akan dirampungkan 10.000 titik sambung.
"Secara nasional, kami sudah ada 350 ribu pelanggan. Kalau Kota Semarang sudah ada 17.000 pelanggan dengan 70 ribu titik sambung di Kecamatan Pedurungan, Ngaliyan, Mijen, Banyumanik dan Gajahmungkur," katanya lagi.
Baca juga: Cianjur tangani puluhan titik blankspot tahun 2021-2023
Baca juga: SATRIA-1 to realize equitable public digital infrastructure
Ia menyebutkan sampai saat ini sudah ada 30 kabupaten/kota di Indonesia yang tercover jaringan MyRepublic, dan di Kota Semarang sudah delapan tahun memberikan layanan internet dan TV berlangganan. MyRepublic, kata Shelly lagi, menyasar pelanggan di area perumahan atau residensial, apartemen, hingga restoran dan kafe, termasuk sektor UMKM dengan berbagai keunggulan yang dimiliki.
"Menghadapi persaingan yang kompetitif, kalau kami lebih fokus bagaimana meningkatkan kualitas pelayanan kepada 'customer'. Target 'coverage' hingga akhir tahun ini bisa menambah 50 area," ujarnya pula.
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wamenkomdigi mengajak penyedia platform e-commerce bantu latih pelaku UMKM
07 November 2025 5:59 WIB
KPPU menduga ada persekongkolan pengadaan penyedia air bersih di Lombok Utara
01 November 2024 20:09 WIB, 2024
Polres Mataram dan BPKP NTB periksa secara maraton penyedia masker COVID-19
24 September 2024 17:32 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam hari ini turun jadi Rp2,94 juta per gram, Senin 16 Februari 2026
16 February 2026 14:50 WIB
Harga emas UBS hari ini Rp2,998 juta/gr dan Galeri24 Rp2,981 juta/gr, Minggu 15 Februari 2026
15 February 2026 9:08 WIB
Harga emas Antam hari ini naik jadi Rp2,954 juta per gram, Sabtu 14 Februari 2026
14 February 2026 12:31 WIB
Harga emas UBS hari ini Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr, Sabtu 14 Februari 2025
14 February 2026 8:53 WIB