Batang, Jawa Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, optimistis target pendapatan retribusi pasar tahun 2023 sebesar Rp4,5 miliar terpenuhi meskipun saat ini realisasinya baru mencapai Rp2,99 miliar.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Batang Subiyanto di Batang, Kamis, mengatakan bahwa saat ini pihaknya bekerja ekstra guna mengejar target retribusi pasar dengan memaksimalkan penarikan retribusi di delapan pasar.

"Kami tetap optimistis target sektor pendapatan retribusi di delapan pasar milik pemkab itu akan tercapai hingga akhir 2023, apalagi saat ini penarikannya menggunakan pembayaran retribusi elektronik melalui QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) agar tidak tidak ada lagi kebocoran pembayaran," katanya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga melakukan strategi dengan memantau kondisi di pasar seperti apa dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi para pedagang. "Selama tiga hari ini, kami nongkrong di pasar untuk memantau kondisi lapangan seperti apa kendalanya, apa yang dihadapi para pedagang sebagai upaya mengejar target pendapatan retribusi pasar," katanya.

Ia yang didampingi Kepala Bidang Pasar dan Pedagang Kaki Lima Supriyanti mengatakan dari delapan pasar tersebut, ada dua potensi retribusi yang pendapatannya cukup besar yaitu Pasar Limpung dan Bandar. Retribusi Pasar Limpung targetnya sebesar Rp1,1 miliar namun kini pencapaian pendapatan sudah mencapai Rp713 juta sedang target di Pasar Bandar Rp1 miliar kini realisasinya sudah sekitar Rp600 juta.

Baca juga: Pemkab Bangkalan Jatim hapus tunjangan pegawai
Baca juga: APBD Perubahan 2023 Lombok Tengah diarahkan penyesuaian PAD

"Demikian pula untuk realisasi pendapatan retribusi dari pasar lainnya seperti Pasar Warungasem, Bawang, Subah, Blado, Gringsing, dan Batang juga sudah cukup baik sehingga kami optimistis target Rp4,5 miliar akan terpenuhi," katanya.





 

Pewarta : Kutnadi
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024