Anggota klub diabetes melitus gratis mendapatkan obat
Kamis, 14 April 2016 15:56 WIB
(1)
Mataram (Antara NTB) - Para anggota klub diabetes melitus maupun hipertensi yang merupakan realisasi penyelenggaraan pelayanan jaminan kesehatan nasional (JKN) dari BPJS Kesehatan Cabang Mataram, Nusa Tenggara Barat, gratis mendapatkan obat secara rutin.
"Obat yang diberikan kepada para peserta BPJS Kesehatan, khususnya yang masuk dalam klub diabetes maupun hipertensi akan diberikan secara gratis dan rutin sesuai standar kesehatan," kata Kanit MPKP BPJS Kesehatan Cabang Mataram Agnes Maria kepada wartawan, Kamis.
Pendistribusian obat, katakan dia, merupakan hasil kerja sama BPJS Kesehatan dengan PT Kimia Farma. Maria mengatakan bahwa obat yang diberikan kepada para peserta BPJS tidak diragukan lagi, karena sudah sesuai dengan standar kesehatan.
"Khususnya bagi para peserta klub diabetes melitus maupun hipertensi, akan mendapatkan obat secara gratis seumur hidup," ujarnya.
Terkait dengan pendistribusian obat, Maria mengaku selama ini tidak pernah ada kendala. "Sejauh ini tidak ada kendala, obat yang didistribusikan selalu lancar dan memenuhi kebutuhan para peserta BPJS Kesehatan," kata perempuan yang biasa disapa Nesti itu.
Sampai saat ini klub diabetes maupun hipertensi yang merupakan realisasi dari program pengelolaan penyakit kronis (prolanis) di setiap puskesmas, khususnya di Kota Mataram, terdaftar sebanyak 795 peserta.
"Sejak BPJS Kesehatan terbentuk, pesertanya meningkat, rata-rata berasal dari golongan lanjut usia," ucapnya.
Klub diabetes melitus maupun hipertensi dibentuk untuk tujuan lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarkat. Kegiatannya pun memberikan manfaat bagi para peserta, seperti senam diabetes, edukasi penyakit kronis, konsultasi, maupun pemeriksaan gula darah.
"Klub ini memberikan banyak manfaat bagi para pesertanya, karena dalam setiap pertemuan peserta bisa berkonsultasi dengan dokter maupun saling memberikan masukan dengan sesamanya," ujar Nesti. (*)
"Obat yang diberikan kepada para peserta BPJS Kesehatan, khususnya yang masuk dalam klub diabetes maupun hipertensi akan diberikan secara gratis dan rutin sesuai standar kesehatan," kata Kanit MPKP BPJS Kesehatan Cabang Mataram Agnes Maria kepada wartawan, Kamis.
Pendistribusian obat, katakan dia, merupakan hasil kerja sama BPJS Kesehatan dengan PT Kimia Farma. Maria mengatakan bahwa obat yang diberikan kepada para peserta BPJS tidak diragukan lagi, karena sudah sesuai dengan standar kesehatan.
"Khususnya bagi para peserta klub diabetes melitus maupun hipertensi, akan mendapatkan obat secara gratis seumur hidup," ujarnya.
Terkait dengan pendistribusian obat, Maria mengaku selama ini tidak pernah ada kendala. "Sejauh ini tidak ada kendala, obat yang didistribusikan selalu lancar dan memenuhi kebutuhan para peserta BPJS Kesehatan," kata perempuan yang biasa disapa Nesti itu.
Sampai saat ini klub diabetes maupun hipertensi yang merupakan realisasi dari program pengelolaan penyakit kronis (prolanis) di setiap puskesmas, khususnya di Kota Mataram, terdaftar sebanyak 795 peserta.
"Sejak BPJS Kesehatan terbentuk, pesertanya meningkat, rata-rata berasal dari golongan lanjut usia," ucapnya.
Klub diabetes melitus maupun hipertensi dibentuk untuk tujuan lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarkat. Kegiatannya pun memberikan manfaat bagi para peserta, seperti senam diabetes, edukasi penyakit kronis, konsultasi, maupun pemeriksaan gula darah.
"Klub ini memberikan banyak manfaat bagi para pesertanya, karena dalam setiap pertemuan peserta bisa berkonsultasi dengan dokter maupun saling memberikan masukan dengan sesamanya," ujar Nesti. (*)
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor : Awaludin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Yayasan Puri Kauhan Ubud umumkan ide karya terbaik kompetisi seni pertunjukan dengan inovasi teknologi
05 September 2025 5:34 WIB
Konferprov PWI Bali 2025 secara aklamasi memilih Dira Arsana sebagai Ketua PWI periode 2025-2029
31 May 2025 7:19 WIB
Sinergi PKT BISA dongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani Magetan
20 May 2025 18:55 WIB
Pemilik tanah Gnyadnya minta keadilan peralihan tanahnya dipecah jadi 26 sertifikat
03 February 2025 20:22 WIB, 2025
Demplot Pupuk Kaltim di Jombang, hasil padi petani capai 9,2 ton per hektare
04 September 2024 15:31 WIB, 2024
Suara legislator, Reni Astuti sarankan ada peta banjir digital di Surabaya
27 February 2024 8:04 WIB, 2024