Fahri Hamzah kritik PKS
Senin, 25 April 2016 21:00 WIB
Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah. Dia diberhentikan keanggotaannya di Partai Keadilan Sejahtera. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari) (1)
... jika tidak pernah merasa bersalah dan tidak pernah mengaku bersalah, ini berbahaya. Partai politik jika selalu merasa benar, ini berbahaya...
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Ketua DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah, mengkritik partainya yang dinilai tidak pernah merasa bersalah.
"Partai politik jika tidak pernah merasa bersalah dan tidak pernah mengaku bersalah, ini berbahaya. Partai politik jika selalu merasa benar, ini berbahaya," kata Hamzah di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin.
Menurut dia, keputusan rapat Majelis Tahkim PKS yang memutuskan memberhentikan dia dari semua tingkatan keanggotaan PKS adalah merampas dan menghilangkan hak seseorang.
Dengan keputusan itu konsekuensinya, Hamzah diberhentikan dari jabatan wakil ketua DPR, dari keanggotaan di DPR maupun dari kader PKS.
Itu artinya setelah semua keputusan dilaksanakan, maka dia tidak punya jabatan lagi dan bukan lagi kader PKS.
"Bagaimana mungkin, Majelis Tahkim yang tidak mendapat keabsahan dari Kemenkumham tapi dapat menghilangkan hak seseorang," katanya.
Pada kesempatan itu, Hamzah mengimbau agar pimpinan PKS yang sedang berkuasa untuk sama-sama belajar dan bersikap bijaksana dalam menyikapi setiap persoalan.
"Persoalan itu banyak, tapi semuanya harus disikapi dengan sabar. Kalau PKS tidak pernah merasa bersalah, ini berbahaya," katanya.
Fahri juga mengkritik sikap pimpinan PKS yang dinilainya sering melarang dirinya menyampaikan pernyataan-pernyataan politik.
Menurut dia, sebagai wakil ketua DPR, tugas dia antara lain adalah membuat pernyataan. "Kalau saya terus dilarang membuat pernyataan, maka PKS tidak bisa menjadi partai modern," katanya.
Dia berharap dapat bertemu dengan Presiden PKS Shohibul Iman, pada sidang perdana gugatanya kepada PKS para Rabu mendatang.
Hamzah mengajukan gugatan hukum atas keputusan DPP PKS yang memberhentikan dia dari semua tingkatan keanggotaan di PKS.
Editor: Ade Marboen
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Ketua DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah, mengkritik partainya yang dinilai tidak pernah merasa bersalah.
"Partai politik jika tidak pernah merasa bersalah dan tidak pernah mengaku bersalah, ini berbahaya. Partai politik jika selalu merasa benar, ini berbahaya," kata Hamzah di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin.
Menurut dia, keputusan rapat Majelis Tahkim PKS yang memutuskan memberhentikan dia dari semua tingkatan keanggotaan PKS adalah merampas dan menghilangkan hak seseorang.
Dengan keputusan itu konsekuensinya, Hamzah diberhentikan dari jabatan wakil ketua DPR, dari keanggotaan di DPR maupun dari kader PKS.
Itu artinya setelah semua keputusan dilaksanakan, maka dia tidak punya jabatan lagi dan bukan lagi kader PKS.
"Bagaimana mungkin, Majelis Tahkim yang tidak mendapat keabsahan dari Kemenkumham tapi dapat menghilangkan hak seseorang," katanya.
Pada kesempatan itu, Hamzah mengimbau agar pimpinan PKS yang sedang berkuasa untuk sama-sama belajar dan bersikap bijaksana dalam menyikapi setiap persoalan.
"Persoalan itu banyak, tapi semuanya harus disikapi dengan sabar. Kalau PKS tidak pernah merasa bersalah, ini berbahaya," katanya.
Fahri juga mengkritik sikap pimpinan PKS yang dinilainya sering melarang dirinya menyampaikan pernyataan-pernyataan politik.
Menurut dia, sebagai wakil ketua DPR, tugas dia antara lain adalah membuat pernyataan. "Kalau saya terus dilarang membuat pernyataan, maka PKS tidak bisa menjadi partai modern," katanya.
Dia berharap dapat bertemu dengan Presiden PKS Shohibul Iman, pada sidang perdana gugatanya kepada PKS para Rabu mendatang.
Hamzah mengajukan gugatan hukum atas keputusan DPP PKS yang memberhentikan dia dari semua tingkatan keanggotaan di PKS.
Editor: Ade Marboen
Pewarta : Antara News
Editor : Awaludin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Johan Rosihan: Tekanan ekologi dan pangan jadi tantangan serius Indonesia 2026
02 January 2026 14:31 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Yayasan Puri Kauhan Ubud umumkan ide karya terbaik kompetisi seni pertunjukan dengan inovasi teknologi
05 September 2025 5:34 WIB
Konferprov PWI Bali 2025 secara aklamasi memilih Dira Arsana sebagai Ketua PWI periode 2025-2029
31 May 2025 7:19 WIB
Sinergi PKT BISA dongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani Magetan
20 May 2025 18:55 WIB
Pemilik tanah Gnyadnya minta keadilan peralihan tanahnya dipecah jadi 26 sertifikat
03 February 2025 20:22 WIB, 2025
Demplot Pupuk Kaltim di Jombang, hasil padi petani capai 9,2 ton per hektare
04 September 2024 15:31 WIB, 2024
Suara legislator, Reni Astuti sarankan ada peta banjir digital di Surabaya
27 February 2024 8:04 WIB, 2024