Mataram (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar rapat koordinasi bersama pemerintah daerah dalam rangka memperkuat pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari aparatur sipil negara (ASN) di daerah setempat.

"Rakor ini bertujuan dalam rangka pengelolaan zakat secara kelembagaan, terorganisasi, dan profesional," kata Ketua Baznas Kabupaten Bima Zainuddin saat rapat itu di kantor bupati setempat di Bima, Rabu.

Ia mengatakan target pengumpulan zakat Rp10,8 miliar, sedangkan hingga saat ini sudah terkumpul mencapai Rp8,1 miliar atau 75 persen.

"Target ZIS dari ASN sebesar Rp1,17 miliar dan sampai Oktober terkumpul mencapai Rp692 juta," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap, kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan kolaborasi dalam peningkatan pengumpulan zakat di Kabupaten Bima, sehingga penyaluran zakat lebih maksimal kepada masyarakat yang berhak.

"Semoga target pengumpulan zakat tahun ini bisa tercapai," katanya.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Bima Fatahullah mengatakan untuk meningkatkan capaian target pengumpulan zakat, infak, dan sedekah, unit pengumpul zakat (UPZ) di tingkat OPD perlu bekerja lebih optimal. OPD diminta untuk menyosialisasikan kepada ASN lingkup kerja masing-masing tentang pentingnya zakat.

"Sosialisasi kepada para ASN harus ditingkatkan," katanya.

Baca juga: Baznas Kepri salurkan infak kemanusiaan ke Palestina
Baca juga: Donasi Palestina dari Lombok Tengah disalurkan melalui Baznas RI

Selain itu, ia mengatakan, zakat terkumpul disalurkan tepat sasaran sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kaum duafa serta memberikan berkah.

"Penyaluran zakat ini diharapkan bisa tepat sasaran dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
 

Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024