Praya, Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan mediasi dua kelompok atau warga Desa Ketare dan Segala Anyar, Kecamatan Pujut yang terlibat bentrokan pada Jumat (8/12).

"Warga dari dua desa telah sepakat untuk menjaga kondusivitas, karena bukan saja tanggung jawab aparat atau pemerintah," kata Bupati Kabupaten Lombok Tengah Lalu Fathul Bahri setelah memimpin rapat mediasi penyelesaian kasus tersebut di Praya, Senin.

Ia mengingat kepada warga jika ada persoalan yang terjadi di lapangan, supaya segera diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk penyelesaiannya sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Jangan lagi ada konflik, kondusivitas wilayah merupakan tanggung jawab kita bersama," katanya.

Ia mengatakan pembahasan dalam meditasi itu memang agak alot karena ada klausul tertentu yang dibahas. Namun pada akhirnya disepakati bersama kedua belah pihak atau warga Desa Segala Anyar dan Ketare untuk menjaga situasi kondusif.

"Jika ada persoalan, diserahkan kepada aparat penegak hukum," katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada warga Desa Segala Anyar dan Ketare yang telah menyatukan diri untuk menjaga keamanan karena sebentar lagi Lombok Tengah akan menghadapi Pemilu 2024 dan pilkada.

"Menjaga keamanan tanggung jawab bersama," katanya.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Resor Lombok Tengah AKBP Iwan Hidayat mengimbau warga untuk menjauhi provokasi setelah terjadi bentrokan antara warga Desa Ketare dan Segala Anyar.

"Kami minta kepada masyarakat tetap tenang dan tidak saling memprovokasi atas peristiwa bentrokan antarwarga Desa Ketare dan Segala Anyar," katanya.

Saat ini, pihaknya bersama Pamkab Lombok Tengah, Kodim 1620/Lombok Tengah, beserta instansi terkait juga turun langsung ke lokasi kejadian untuk menenangkan dan mengimbau warga untuk menjaga situasi kondusif.

"Kami minta masing-masing pihak agar menahan diri dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya ke pihak kepolisian serta tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat merugikan kedua belah pihak," katanya.

Ia memastikan setelah kejadian tersebut, situasi saat ini masih relatif kondusif dan terkendali.

Polres Lombok Tengah juga menerjunkan ratusan personel gabungan yang didukung personel brimob, polda, dan TNI.

Baca juga: Pemerintah Lombok Tengah alokasikan Rp41 miliar dukung program UHC
Baca juga: Pemerintah Lombok Tengah maksimal IPLT tangani sanitasi

"Kita juga melakukan penjagaan ketat dan penyekatan di kedua desa untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan susulan," katanya

Bentrok tersebut merupakan imbas dari amukan massa akibat pencurian lampu papan reklame di Jalan Bypass BIL-Mandalika pada Jumat (8/12), pukul 01.00 Wita.

"Ini imbas kejadian tadi malam, warga Ketare tidak terima tadi malam warganya yang diduga mencuri dipukuli warga Desa Segala Anyar," katanya.

Ia mengatakan akibat dari bentrok yang terjadi sejak Jumat (8/12) sore hingga malam tersebut, dua warga Desa Segala Anyar menjadi korban.

"Korban saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Mandalika untuk mendapatkan pertolongan medis, karena mengalami luka akibat senjata tajam," katanya.

Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024