Sumbawa Barat (Antara NTB) – Suasana hari raya Idul Adha 1437 Hijriyh di Kompleks Kemutar Telu Centre (KTC) Kbupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat Senin (12/9) berubah sedih, tegang, sekaligus heboh.
Seorang pria yang belakangan diketahui berinisial Rb (35) warga Kelurahan Bugis, Taliwang, tewas seketika setelah melompat dari puncak menara sebelah kiri Masjid Agung Darussalam dengan ketinggian 50 meter.
Aksi nekat itu disaksikan langsung oleh ribuan jamaah yang hendak pulang setelah selesai mengikuti shalat Ied di lapangan depan Masjid sekitar pukul 08.00 wita.
Rb yang terjun dari menara setinggi sekitar 50 meter itu, terhempas diatas ubin lantai satu dan hanya berjarak kurang dari dua meter dari kolam yang mengelilingi bangunan masjida
Sebelum melompat dari menara, aksi Rb sempat membuat tegang para jamaah.
Informasi yang didapat di lokasi, ketika jamaah mendengarkan khotbah Idul Adha, Rb yang menggunakan celana jeans dan jaket hitam bergaris putih berada di barisan belakang deretan jemaah perempuan.
Sejumlah jamaah sempat mendengar yang bersangkutan berbicara tidak jelas sebelum berjalan menuju ke arah masjid, namun rupanya ia langsung menuju lantai satu masjid dan naik ke menara sebelah kiri.
Beberapa menit setelah khotbah dan jemaah beranjak pulang, situasi berubah tegang ketika jamaah melihat Rb berdiri di puncak menara disamping pengeras suara masjid, menghadap kearah lapangan tempat sholat Ied dilaksanakan sebelumnya.
Sejumlah jamaah sempat mengabadikan aksi nekat tersebut dengan kamera handphone, sementara sebagian jamaah lainnya berusaha mencari pertolongan agar bisa mencegah Rb berbuat lebih nekat.
Namun upaya untuk mencegah sia-sia, karena beberapa detik kemudian, ribuan pasang mata jamaah melihat Rb melayang dari atas menara.
Spontan jamaah berlari menuju masjid. Kapolres Sumbawa Barat yang melaksanakan Shalat Idul Adha bersama Bupati Sumbawa Barat dan ejabat lainnya di KTC juga ikut terlihat ditengah kerumunan warga.
Sementara Rb terlihat tergeletak diatas lantai dalam posisi terngkurap dan sudah tidak bernyawa. Jenazah korban langsung dibawa menggunakan ambulan ke RSUD Asy-Syfa’ untuk diotopsi.
Berdasarkan hasil pemeirksaan dokter di Instalasi Gawat Darurat RSUD Asy-Syifa’, tubuh Rb mengalami cedera serius pada kepala sebelah kiri bagian belakang sampai pipi. Selain itu ia juga mengalami cedera berat pada tangan kiri.
Belum diketahui motif dibalik aksi nekat tersebut. Sementara lokasi tempat tubuh Rb jatuh dilantai satu masjid agung Darussalam telah dipasangi garis polisi.
Peristiwa tragis tersebut, menjadi pembicaraan masyarakat, karena berlangsung sangat dramatis dan disaksikan langsung oleh ribuan orang.
Foto dan video detik-detik Rb melakukan aksi nekatnya dengan cepat beredar luas. Beragam spekulasi beredar di masyarakat, tidak sedikit yang berspekulasi bahwa Rb sengaja ingin bunuh diri, adapula yang menyatakan yang bersangkutan mengalami depresi dan stress berat. (*)
Seorang pria yang belakangan diketahui berinisial Rb (35) warga Kelurahan Bugis, Taliwang, tewas seketika setelah melompat dari puncak menara sebelah kiri Masjid Agung Darussalam dengan ketinggian 50 meter.
Aksi nekat itu disaksikan langsung oleh ribuan jamaah yang hendak pulang setelah selesai mengikuti shalat Ied di lapangan depan Masjid sekitar pukul 08.00 wita.
Rb yang terjun dari menara setinggi sekitar 50 meter itu, terhempas diatas ubin lantai satu dan hanya berjarak kurang dari dua meter dari kolam yang mengelilingi bangunan masjida
Sebelum melompat dari menara, aksi Rb sempat membuat tegang para jamaah.
Informasi yang didapat di lokasi, ketika jamaah mendengarkan khotbah Idul Adha, Rb yang menggunakan celana jeans dan jaket hitam bergaris putih berada di barisan belakang deretan jemaah perempuan.
Sejumlah jamaah sempat mendengar yang bersangkutan berbicara tidak jelas sebelum berjalan menuju ke arah masjid, namun rupanya ia langsung menuju lantai satu masjid dan naik ke menara sebelah kiri.
Beberapa menit setelah khotbah dan jemaah beranjak pulang, situasi berubah tegang ketika jamaah melihat Rb berdiri di puncak menara disamping pengeras suara masjid, menghadap kearah lapangan tempat sholat Ied dilaksanakan sebelumnya.
Sejumlah jamaah sempat mengabadikan aksi nekat tersebut dengan kamera handphone, sementara sebagian jamaah lainnya berusaha mencari pertolongan agar bisa mencegah Rb berbuat lebih nekat.
Namun upaya untuk mencegah sia-sia, karena beberapa detik kemudian, ribuan pasang mata jamaah melihat Rb melayang dari atas menara.
Spontan jamaah berlari menuju masjid. Kapolres Sumbawa Barat yang melaksanakan Shalat Idul Adha bersama Bupati Sumbawa Barat dan ejabat lainnya di KTC juga ikut terlihat ditengah kerumunan warga.
Sementara Rb terlihat tergeletak diatas lantai dalam posisi terngkurap dan sudah tidak bernyawa. Jenazah korban langsung dibawa menggunakan ambulan ke RSUD Asy-Syfa’ untuk diotopsi.
Berdasarkan hasil pemeirksaan dokter di Instalasi Gawat Darurat RSUD Asy-Syifa’, tubuh Rb mengalami cedera serius pada kepala sebelah kiri bagian belakang sampai pipi. Selain itu ia juga mengalami cedera berat pada tangan kiri.
Belum diketahui motif dibalik aksi nekat tersebut. Sementara lokasi tempat tubuh Rb jatuh dilantai satu masjid agung Darussalam telah dipasangi garis polisi.
Peristiwa tragis tersebut, menjadi pembicaraan masyarakat, karena berlangsung sangat dramatis dan disaksikan langsung oleh ribuan orang.
Foto dan video detik-detik Rb melakukan aksi nekatnya dengan cepat beredar luas. Beragam spekulasi beredar di masyarakat, tidak sedikit yang berspekulasi bahwa Rb sengaja ingin bunuh diri, adapula yang menyatakan yang bersangkutan mengalami depresi dan stress berat. (*)