Presiden ingatkan agar demonstrasi dilakukan damai
Senin, 31 Oktober 2016 15:47 WIB
Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma) (1)
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo mengingatkan semua pihak agar menggunakan kebebasan berpendapat secara proporsional dan damai.
"Demonstrasi adalah hak demokratis warga tapi bukan hak memaksakan kehendak dan bukan hak untuk merusak," kata Presiden dalam akun twitter pribadinya @jokowi yang dipantau Antara di Jakarta, Senin.
Presiden dalam tweetnya juga mengatakan pemerintah akan menjamin hak menyampaikan pendapat tapi juga akan mengutamakan ketertiban umum.
"Aparat keamanan sudah saya minta bersiaga dan melakukan tugas secara profesional jika ada tindakan anarkis oleh siapa pun," katanya dalam akun media sosial tersebut.
Sebelumnya, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) meminta seluruh elemen masyarakat menilai positif terhadap rencana kegiatan demonstrasi organisasi keagamaan pada Jumat (4/11) mendatang.
"Mari kita berpikir positif jangan ada anggapan ada hal yang tidak baik," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar di Jakarta pada Minggu.
"Jadi jangan anggap kita (Polri) harus represif," ujar Boy.
Polri menurut Boy memiliki prosedur tetap guna mengamankan unjuk rasa sesuai Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 16 Tahun 2006 dengan pendekatan persuasif.
Mantan Kapolda Banten itu menyebutkan unjuk rasa merupakan bentuk ekspresi untuk menyampaikan pendapat di muka umum yang wajib diberikan pengamanan oleh Polri.
Dalam konteks itu, para koordinator lapangan memberitahukan rencana aksi termasuk jumlah massa dan alat peraga kepada kepolisian sebagai pelayan pengamanan.
Editor: Unggul Tri Ratomo
(*)
"Demonstrasi adalah hak demokratis warga tapi bukan hak memaksakan kehendak dan bukan hak untuk merusak," kata Presiden dalam akun twitter pribadinya @jokowi yang dipantau Antara di Jakarta, Senin.
Presiden dalam tweetnya juga mengatakan pemerintah akan menjamin hak menyampaikan pendapat tapi juga akan mengutamakan ketertiban umum.
"Aparat keamanan sudah saya minta bersiaga dan melakukan tugas secara profesional jika ada tindakan anarkis oleh siapa pun," katanya dalam akun media sosial tersebut.
Sebelumnya, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) meminta seluruh elemen masyarakat menilai positif terhadap rencana kegiatan demonstrasi organisasi keagamaan pada Jumat (4/11) mendatang.
"Mari kita berpikir positif jangan ada anggapan ada hal yang tidak baik," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar di Jakarta pada Minggu.
"Jadi jangan anggap kita (Polri) harus represif," ujar Boy.
Polri menurut Boy memiliki prosedur tetap guna mengamankan unjuk rasa sesuai Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 16 Tahun 2006 dengan pendekatan persuasif.
Mantan Kapolda Banten itu menyebutkan unjuk rasa merupakan bentuk ekspresi untuk menyampaikan pendapat di muka umum yang wajib diberikan pengamanan oleh Polri.
Dalam konteks itu, para koordinator lapangan memberitahukan rencana aksi termasuk jumlah massa dan alat peraga kepada kepolisian sebagai pelayan pengamanan.
Editor: Unggul Tri Ratomo
(*)
Pewarta : ANTARA News
Editor : Awaludin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gibran-Jokowi semobil bersama usai hadiri silaturahmi dengan Presiden Prabowo
04 March 2026 6:36 WIB
Prabowo kumpulkan eks Presiden dan Ketum Parpol di Istana, Bahas geopolitik dunia
03 March 2026 20:27 WIB
Demokrat NTB ingatkan etika medsos usai SBY dituding dalang dibalik isu ijazah Jokowi
04 January 2026 20:03 WIB
Akademisi mengharapkan gelar perkara khusus akselerasi kasus ijazah Jokowi
18 December 2025 5:16 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Yayasan Puri Kauhan Ubud umumkan ide karya terbaik kompetisi seni pertunjukan dengan inovasi teknologi
05 September 2025 5:34 WIB
Konferprov PWI Bali 2025 secara aklamasi memilih Dira Arsana sebagai Ketua PWI periode 2025-2029
31 May 2025 7:19 WIB
Sinergi PKT BISA dongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani Magetan
20 May 2025 18:55 WIB
Pemilik tanah Gnyadnya minta keadilan peralihan tanahnya dipecah jadi 26 sertifikat
03 February 2025 20:22 WIB, 2025
Demplot Pupuk Kaltim di Jombang, hasil padi petani capai 9,2 ton per hektare
04 September 2024 15:31 WIB, 2024
Suara legislator, Reni Astuti sarankan ada peta banjir digital di Surabaya
27 February 2024 8:04 WIB, 2024