Jakarta (ANTARA) - Platform investasi aset kripto, Bittime memproyeksikan musim altcoin (altcoin season) akan berlangsung dalam waktu dekat yang akan meramaikan volume dan transaksi pasar aset kripto menjelang gelaran Bitcoin halving.

CEO Bittime Ryan Lymn melalui keterangan di Jakarta, Sabtu, mengatakan berdasarkan data Blockchain Center bahwa saat ini altseason sudah dekat sebagaimana ditunjukkan oleh Altcoin Season Index.

“Saat ini, Altcoin Season Index menunjukkan angka 76 dari 100, yang berarti kita sudah semakin dekat dengan altseason. Pelaku pasar sebaiknya mulai bersiap untuk menggunakan momentum ini untuk meningkatkan performa portfolio,” ujar Ryan.

Ia menjelaskan, memiliki pengetahuan tentang musim aset kripto seperti altseason bisa memberikan banyak kesempatan bagi trader yang ingin meningkatkan performa portofolio.

“Memahami siklus dan musim di pasar aset kripto bisa membantu para trader dan investor. Khususnya untuk menentukan aset kripto mana yang bisa dibeli dalam harga rendah dan dijual dengan harga tinggi ketika musimnya tiba, untuk mendapatkan imbal hasil yang maksimal,” ungkap Ryan.

Ryan berharap siklus altseason turut mengerek aktivitas pasar, khususnya terkait dengan volume dan nilai transaksi aset kripto di Indonesia yang tengah tumbuh positif.

“Kami selalu percaya bahwa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar di industri aset kripto global,” ujar Ryan.

Baca juga: Bitcoin dinilai jadi aset sangat menarik jelang "halving"
Baca juga: Data inflasi AS kejutan "bullish" pasar kripto dan Bitcoin

Altcoin season merupakan salah satu siklus yang terjadi dalam pasar aset kripto, selain terdapat juga siklus Bitcoin season yang menandakan peningkatan performa aset kripto Bitcoin (BTC). Secara historis, kedua siklus ini biasanya terjadi secara bergantian, karena secara psikologis kenaikan nilai aset kripto tidak akan bertahan dalam jangka waktu panjang.

Sebagai informasi, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat total nilai transaksi kripto periode Januari-November 2023 mencapai Rp122 triliun, dengan jumlah pelanggan sejak diaturnya aset kripto mencapai 18,25 juta pelanggan hingga November 2023.




 

Pewarta : Muhammad Heriyanto
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024