Kapal Tujuan NTT Rusak Mesin di Laut Bima
Jumat, 3 Februari 2017 20:00 WIB
Tim SAR mengevakusi sebagian penumpang KM Mila Utama ke Pelabuhan Bima. (ist) (1)
Mataram (Antara NTB) - Kapal Motor Mila Utama dari Surabaya tujuan Nusa Tenggara Timur mengalami kerusakan mesin di sekitar 5 Nautical Mile dari pelabuhan Bima, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Jumat sekitar pukul 05.30 Wita.
"Kami menerima laporan dari Ali Imran (agen kapal) bahwa telah terjadi kerusakan mesin pada KM Mila Utama di perairan Bima," kata Kepala Kantor SAR Mataram Nanang Sigit P.H. di Mataram.
Menurut laporan dari agen kapal tersebut, kata dia, KM Mila Utama tidak dapat melanjutkan perjalanan dan butuh bantuan pengawalan SAR.
Kapal dengan rute pelayaran dari Surabaya-Bima-Labuan Bajo itu membawa sebanyak 149 penumpang, anak buah kapal 39 orang, dan sebanyak 105 unit kendaraan bermotor.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Mataram melalui Pos SAR Bima menurunkan satu tim penyelamat menuju lokasi kejadian dengan menggunakan "riggid inflatable boat" (RIB).
"Pada pukul 08.15 Wita, Tim SAR gabungan yang terdiri atas Tim Rescue Pos SAR Bima, TNI AL, Pol Air, dan KSOP pelabuhan Bima tiba di lokasi kejadian," ujarnya.
Koordinaor Pos SAR Bima Heriyanto, lanjut Nanang, kemudian melaporkan bahwa kapal bisa jalan tetapi dengan kecepatan minimum.
Untuk mengantisipasi terjadinya halihal yang tidak diinginkan kapal tersebut akhirnya di kawal oleh tim SAR gabungan menuju teluk Bima.
Kapal berhasil dikawal sampai diteluk Bima pada pukul 11.35 Wita. Akan tetapi, kapten kapal tidak berani melanjutkan perjalanan untuk sandar di Pelabuhan Bima, Kota Bima.
"Kapal akhirnya lego jangkar di teluk Bima dan penumpang terpaksa dievakuasi menuju pelabuhan Bima dengan menggunakan RIB milik Basarnas, speedboat Pol Air, dan beberpa kapal milik swasta," katanya.
Sebanyak 20 penumpang dengan tujuan Bima telah dievakuasi ke pelabuhan Bima pada pukul 17.49 Wita.
Sementara sisanya memilih tetap tinggal di atas kapal sambil menunggu keputusan dari agen kapal karena beberapa penumpang memikirkan akomodasi di darat.
Saat ini, mesin kapal sedang diperbaiki dan rencana akan melanjutkan rutenya setelah kapal normal kembali.
"Saat ini, tim SAR gabungan tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi kapal lego jangkar sampai kondisi kapal benar-benar normal kembali," ujar Nanang. (*)
"Kami menerima laporan dari Ali Imran (agen kapal) bahwa telah terjadi kerusakan mesin pada KM Mila Utama di perairan Bima," kata Kepala Kantor SAR Mataram Nanang Sigit P.H. di Mataram.
Menurut laporan dari agen kapal tersebut, kata dia, KM Mila Utama tidak dapat melanjutkan perjalanan dan butuh bantuan pengawalan SAR.
Kapal dengan rute pelayaran dari Surabaya-Bima-Labuan Bajo itu membawa sebanyak 149 penumpang, anak buah kapal 39 orang, dan sebanyak 105 unit kendaraan bermotor.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Mataram melalui Pos SAR Bima menurunkan satu tim penyelamat menuju lokasi kejadian dengan menggunakan "riggid inflatable boat" (RIB).
"Pada pukul 08.15 Wita, Tim SAR gabungan yang terdiri atas Tim Rescue Pos SAR Bima, TNI AL, Pol Air, dan KSOP pelabuhan Bima tiba di lokasi kejadian," ujarnya.
Koordinaor Pos SAR Bima Heriyanto, lanjut Nanang, kemudian melaporkan bahwa kapal bisa jalan tetapi dengan kecepatan minimum.
Untuk mengantisipasi terjadinya halihal yang tidak diinginkan kapal tersebut akhirnya di kawal oleh tim SAR gabungan menuju teluk Bima.
Kapal berhasil dikawal sampai diteluk Bima pada pukul 11.35 Wita. Akan tetapi, kapten kapal tidak berani melanjutkan perjalanan untuk sandar di Pelabuhan Bima, Kota Bima.
"Kapal akhirnya lego jangkar di teluk Bima dan penumpang terpaksa dievakuasi menuju pelabuhan Bima dengan menggunakan RIB milik Basarnas, speedboat Pol Air, dan beberpa kapal milik swasta," katanya.
Sebanyak 20 penumpang dengan tujuan Bima telah dievakuasi ke pelabuhan Bima pada pukul 17.49 Wita.
Sementara sisanya memilih tetap tinggal di atas kapal sambil menunggu keputusan dari agen kapal karena beberapa penumpang memikirkan akomodasi di darat.
Saat ini, mesin kapal sedang diperbaiki dan rencana akan melanjutkan rutenya setelah kapal normal kembali.
"Saat ini, tim SAR gabungan tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi kapal lego jangkar sampai kondisi kapal benar-benar normal kembali," ujar Nanang. (*)
Pewarta :
Editor : Awaludin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Al Ghazali perankan kekasih Jessica Mila dalam film religi "Mengejar Surga"
24 April 2019 22:12 WIB, 2019
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Yayasan Puri Kauhan Ubud umumkan ide karya terbaik kompetisi seni pertunjukan dengan inovasi teknologi
05 September 2025 5:34 WIB
Konferprov PWI Bali 2025 secara aklamasi memilih Dira Arsana sebagai Ketua PWI periode 2025-2029
31 May 2025 7:19 WIB
Sinergi PKT BISA dongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani Magetan
20 May 2025 18:55 WIB
Pemilik tanah Gnyadnya minta keadilan peralihan tanahnya dipecah jadi 26 sertifikat
03 February 2025 20:22 WIB, 2025
Demplot Pupuk Kaltim di Jombang, hasil padi petani capai 9,2 ton per hektare
04 September 2024 15:31 WIB, 2024
Suara legislator, Reni Astuti sarankan ada peta banjir digital di Surabaya
27 February 2024 8:04 WIB, 2024