Hiroshima-Nagasaki mengajukan protes eksperimen nuklir subkritis AS
Senin, 20 Mei 2024 5:09 WIB
Seorang warga mempersembahkan bunga bagi para korban bom atom saat peringatan 78 tahun dijatuhkannya bom atom di Kota Hiroshima, di Taman Peace Memorial Park, Hiroshima, Jepang, Minggu (6/8/2023). ANTARA FOTO/Keita Iijima/The Yomiuri Shimbun via Reuters/tom.
Tokyo (ANTARA) - Pemerintah prefektur Hiroshima dan Nagasaki di Jepang mengajukan protes kepada pemerintahan Amerika Serikat atas eksperimen nuklir subkritis yang dilakukan AS baru-baru ini di Situs Keamanan Nasional Nevada, Minggu.
Dua perfektur tersebut dahulunya merupakan wilayah yang terkena bom atom AS selama Perang Dunia II.
Awal pekan ini, AS berhasil melaksanakan eksperimen subkritis lainnya yang diduga memberikan data penting mengenai perilaku bahan-bahan yang digunakan dalam hulu ledak nuklir, kata Badan Keamanan Nuklir Nasional Departemen Energi AS.
Pihak berwenang mengatakan eksperimen tersebut konsisten dengan moratorium yang diberlakukan AS pada pengujian bahan peledak nuklir, dan tidak menciptakan reaksi berantai superkritis yang berkelanjutan.
Wali Kota Hiroshima Matsui Kazumi dalam suratnya kepada Presiden AS Joe Biden dan Duta Besar AS untuk Jepang Rahm Emanuel menyatakan tindakan tersebut tidak dapat diterima karena mengkhianati keinginan hibakusha (korban bom atom AS di Jepang). Hibakusha meminta agar tidak ada orang lain yang menderita seperti mereka, serta jutaan orang lainnya yang mengupayakan penghapusan senjata nuklir.
"Atas nama Kota Hiroshima yang terkena bom atom, saya dengan keras memprotes dan menuntut agar semua uji coba nuklir di masa depan dibatalkan,” ujar dia, melalui pernyataan/
Gubernur Nagasaki Kengo Oishi dan Wali Kota Nagasaki Shiro Suzuki juga telah mengirimkan surat serupa kepada Gedung Putih --kantor presiden AS-- dan duta besar AS, menurut laporan media Jepang.
Baca juga: Atlet figure skating Jepang Uno Shoma umumkan untuk pensiun
Baca juga: Kemenkumham membahas pengarusutamaan HAM di dunia bisnis dengan Jepang
Pada tanggal 6 Agustus dan 9 Agustus 1945, AS menjatuhkan dua bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang. Sekitar 220.000 orang, yang sebagian besar warga sipil, tewas dalam serangan tersebut dan 200.000 lainnya meninggal akibat paparan radiasi mematikan.
Bangunan pemukiman di kedua kota tersebut sebagian besar terbakar dan hancur akibat ledakan tersebut.
Sumber: Sputnik
Dua perfektur tersebut dahulunya merupakan wilayah yang terkena bom atom AS selama Perang Dunia II.
Awal pekan ini, AS berhasil melaksanakan eksperimen subkritis lainnya yang diduga memberikan data penting mengenai perilaku bahan-bahan yang digunakan dalam hulu ledak nuklir, kata Badan Keamanan Nuklir Nasional Departemen Energi AS.
Pihak berwenang mengatakan eksperimen tersebut konsisten dengan moratorium yang diberlakukan AS pada pengujian bahan peledak nuklir, dan tidak menciptakan reaksi berantai superkritis yang berkelanjutan.
Wali Kota Hiroshima Matsui Kazumi dalam suratnya kepada Presiden AS Joe Biden dan Duta Besar AS untuk Jepang Rahm Emanuel menyatakan tindakan tersebut tidak dapat diterima karena mengkhianati keinginan hibakusha (korban bom atom AS di Jepang). Hibakusha meminta agar tidak ada orang lain yang menderita seperti mereka, serta jutaan orang lainnya yang mengupayakan penghapusan senjata nuklir.
"Atas nama Kota Hiroshima yang terkena bom atom, saya dengan keras memprotes dan menuntut agar semua uji coba nuklir di masa depan dibatalkan,” ujar dia, melalui pernyataan/
Gubernur Nagasaki Kengo Oishi dan Wali Kota Nagasaki Shiro Suzuki juga telah mengirimkan surat serupa kepada Gedung Putih --kantor presiden AS-- dan duta besar AS, menurut laporan media Jepang.
Baca juga: Atlet figure skating Jepang Uno Shoma umumkan untuk pensiun
Baca juga: Kemenkumham membahas pengarusutamaan HAM di dunia bisnis dengan Jepang
Pada tanggal 6 Agustus dan 9 Agustus 1945, AS menjatuhkan dua bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang. Sekitar 220.000 orang, yang sebagian besar warga sipil, tewas dalam serangan tersebut dan 200.000 lainnya meninggal akibat paparan radiasi mematikan.
Bangunan pemukiman di kedua kota tersebut sebagian besar terbakar dan hancur akibat ledakan tersebut.
Sumber: Sputnik
Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Iran buka peluang perundingan nuklir dengan AS, Asal kepercayaan dipulihkan
02 February 2026 12:46 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Pemerintah China menerapkan kebijakan bebas visa untuk warga Inggris dan Kanada
16 February 2026 6:58 WIB
Wang Yi: Dialog lebih baik daripada konfrontasi, jelang pertemuan Xi-Trump
15 February 2026 12:01 WIB
Pemimpin Lai Ching-te: Jika Pemerintah China kuasai Taiwan, negara lain bisa jadi target
13 February 2026 3:42 WIB