Menteri Bintang koordinasikan kepulangan 12 PMI
Jumat, 14 Juni 2024 21:34 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga (tengah) berbincang dengan para PMI di Rumah Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) Kota Bekasi, Jawa Barat. (ANTARA/HO-KemenPPPA)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga mengoordinasikan kepulangan 12 pekerja migran Indonesia (PMI) yang ditampung sementara di Rumah Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) Kota Bekasi setelah dipulangkan dari Malaysia ke Indonesia.
"Kami melakukan koordinasi terkait proses pemulangan 12 PMI, yaitu empat ibu dan delapan anak dari berbagai daerah di Indonesia," kata dia dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Pemulangan ini bentuk nyata upaya pemerintah memberikan perlindungan dan perhatian secara optimal kepada para PMI.
"Pemulangan ini bukan hanya sekadar mengembalikan mereka ke daerahnya masing-masing, tetapi juga merupakan langkah awal dalam proses pemulihan dan pemberdayaan agar mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih baik dan bermartabat di kampung halaman," kata dia.
Dalam penanganan kasus ini, pihaknya turut serta menjemput para PMI di debarkasi Bandar Udara Soekarno-Hatta Tangerang serta memberikan kebutuhan spesifik berupa dignity kit dan pakaian. Hal ini wujud implementasi tambahan fungsi KemenPPPA yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2020 tentang KemenPPPA, yaitu penyediaan layanan rujukan akhir bagi perempuan dan anak yang memerlukan koordinasi tingkat nasional, lintas provinsi, dan internasional.
Baca juga: BP2MI dukung upaya "link and match"
Baca juga: Polda NTB perjuangkan hak restitusi para korban pekerja migran ilegal
Menteri Bintang Puspayoga memberikan semangat dan mendukung keempat perempuan PMI untuk kembali memberdayakan diri mereka melalui keahlian yang dimiliki. Pihaknya juga mendorong anak-anak para PMI untuk melanjutkan pendidikan mereka.
"Pemerintah dan masyarakat selalu mendukung dan membantu proses pemulihan serta pemberdayaan ibu dan anak PMI yang dalam kondisi rentan," katanya.
"Kami melakukan koordinasi terkait proses pemulangan 12 PMI, yaitu empat ibu dan delapan anak dari berbagai daerah di Indonesia," kata dia dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Pemulangan ini bentuk nyata upaya pemerintah memberikan perlindungan dan perhatian secara optimal kepada para PMI.
"Pemulangan ini bukan hanya sekadar mengembalikan mereka ke daerahnya masing-masing, tetapi juga merupakan langkah awal dalam proses pemulihan dan pemberdayaan agar mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih baik dan bermartabat di kampung halaman," kata dia.
Dalam penanganan kasus ini, pihaknya turut serta menjemput para PMI di debarkasi Bandar Udara Soekarno-Hatta Tangerang serta memberikan kebutuhan spesifik berupa dignity kit dan pakaian. Hal ini wujud implementasi tambahan fungsi KemenPPPA yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2020 tentang KemenPPPA, yaitu penyediaan layanan rujukan akhir bagi perempuan dan anak yang memerlukan koordinasi tingkat nasional, lintas provinsi, dan internasional.
Baca juga: BP2MI dukung upaya "link and match"
Baca juga: Polda NTB perjuangkan hak restitusi para korban pekerja migran ilegal
Menteri Bintang Puspayoga memberikan semangat dan mendukung keempat perempuan PMI untuk kembali memberdayakan diri mereka melalui keahlian yang dimiliki. Pihaknya juga mendorong anak-anak para PMI untuk melanjutkan pendidikan mereka.
"Pemerintah dan masyarakat selalu mendukung dan membantu proses pemulihan serta pemberdayaan ibu dan anak PMI yang dalam kondisi rentan," katanya.
Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menteri PPPA diminta melanjutkan upaya selesaikan isu perempuan dan anak
22 October 2024 5:58 WIB, 2024
Menteri PPPA Bintang target selesaikan regulasi pemberdayaan perempuan
02 September 2024 20:58 WIB, 2024
Menteri PPPA Bintang mendorong kebijakan dukung upah layak pekerja perawatan
23 August 2024 4:51 WIB, 2024
Menteri PPPA mendorong pemberitaan kekerasan seksual berperspektif gender
20 June 2024 20:03 WIB, 2024