Mataram (Antaranews NTB) - Gususan pantai berpasir putih nan eksotik dikelilingi pepohonan rindang dan suasana yang sepi dari hiruk pikuk musik menjadi daya tarik tersendiri bagi gili (puau kecil) Meno yang merupakan salah satu objek wisata bahari di Desa Gili Indah, Kecamatan Pemanang.

Gili Meno yang berada di antara dua gili, yakni Gili Trawangan dan Gili Air sejatinya memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Objek wisata bahari ini diminati wisatawan yang berkunjung bersama keluarga atau pasangan yang berbulan madu, karena suasananya sepi dibandingkan dua pulau lainnya.
 
Pada 20 Oktober 2015, Pulau Lombok berhasil menyebet penghargaan sebagai destinasi halal tingkat dunia yang digelar di Uni Emirat Arab dalam program The World’s Halal Travel Awards. Mewakili Pulau Lombok Gili Meno  berhasil memenangkan  penghargaan World’s Best Honeymoon Destination.

Para wisatawan menilai Gili Meno memiliki banyak keunikan dibandingkan dua pulau lainya di Desa Gili Indah. Selain menawarkan suasana romantis, di pulau ini juga terdapat sebuah danau yang dikelilingi hutan mengrove ya ng dihuni berbagai spsies burung.

Danau dikelilingi belantara mangrove yang terletak di antara lekuk lingkaran pesisir pantai itu dilengkapi fasilitas berupa jembatan kayu yang memudahkan wisatawan untuk berkelining menikmati rimbunnya hutan bakau dan gerombolan ikan kecil yang hidup di danau itu.

Objek wisata danau hutan mengrove layak dikunjungi, kendati masih perlu polesan dan perbaikan fasilitas penunjang, seperti jembatan kayu perlu diperbaiki, karena sebagian kayunya sudah lapuk, sehingga membayakan pengunjung.

Selain itu toilet yang ada di danau tersebut perlu diperbaiki. Saat ini kondisinya sudah rudak dan tidak ada air bersih. Selain itu kebersihan tempat wiisata tersebut juga perlu dipelihara.
  Objek wisata Gili Meno dilengkapi fasilitas jembatan terapung yang membelah danau untuk memudahkan wisatawan menikmati keindahan dana yang dikelilingi hutan mangrove. Foto Humas dan Protokol Setda KLU. Setelah menikmati rindangnya pepohonan, para pengunjung bisa mengikuti jalur jembatan di tengah danau dan bisa langsung mencapai pantai yang berada di sebelah barat pulau.

Biasanya, Danau Air Asin Hutan Bakau Gili Meno, ramai dikunjungi wisatawan saat senja mulai menyingsing. Wisatawan berdatangan, lantaran ingin menikmati pemandangan matahari tenggelam dari danau.

"Kita bisa melihat jelas matahari saat terbenam, matahari dikala senja terbias air danau memberikan perpaduan indah dan sayang untuk dilewatkan," ungkap Sendy, pengunjung yang ditemui saat aksi bersih-bersih sekitar danau yang dilaksanakan  Humas dab Protokol Setda Lombok Utara  Minggu (18/3). Objek wisata danau air asin di Gili Meno  seluas 6 hektare berada di tengah-tengah Gili Meno . Foto Humas dan Protokol Setda KLU.

Untuk menikmati matahari terbenam, wisatawan sudah disediakan sarana seperti jembatan sepanjang danau. Demikian pula, tak jarang dijumpai beberapa warga lokal sedang memancing di pinggir danau," kata Awaludin, salah seorang pengelola cafe Brother Hood yang membuat ornamen cafenya dari berbagai limbah plastik dan botol bekas.

menurut pengelola cafe Brother Hood lainnya di Gili Meno mempunyai moto "Anti Plastik". Bahan yang dibuang didaur ulang hingga bermanfaat, dan bernilai artistik.

Untuk menunjang itu, menurut Kepala Dusun Gili Meno Iskandar setiap pekan diadakan kegiatan Bakti Sosial bertajuk "Sunday Morning".

"Kegiatan Sunday Morning, telah dimulai sejak tahun 2016. Mengumpulkan sampah yang diikuti masyarakat maupun wisatawan, bahkan bagi yang bisa mengumpulkan sampah 5 kilogram, dikonversi dengan beras seberat 2 kilogram," katanya.(*)

Pewarta : Masnun
Editor : Masnun
Copyright © ANTARA 2024