Pawai budaya pelajar kenalkan nilai luhur kebudayaan digelar di Mataram
Kamis, 22 Agustus 2024 16:57 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram Lalu Alwan Basri (paling depan) menggunakan pakaian adat Sasak, mengawali kegiatan pawai budaya di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. (ANTARA/Kominfo)
Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara, menggelar kegiatan pawai budaya pelajar sebagai wadah mengenalkan nilai-nilai luhur kebudayaan yang ada di daerah itu kepada generasi penerus.
Kegiatan pawai budaya pelajar tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram Lalu Alwan Basri dan dihadiri sejumlah jajaran pejabat dan jajaran pendidikan setempat depan Taman Sangkareang, di Mataram, Kamis.
Dalam kesempatan itu Sekda mengatakan, pawai budaya merupakan satu langkah strategis agar kebudayaan daerah dapat terus hidup dan berkembang.
"Selain itu, pawai budaya juga mampu memberikan kontribusi positif terhadap identitas nasional dan global," katanya.
Dikatakan, melalui tema "Penguatan Program Sabtu Budaya Dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila", menjadikan pawai budaya itu sejalan dengan upaya memajukan kebudayaan daerah.
Hal itu bertujuan untuk menjaga identitas lokal sekaligus memperkenalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kebudayaan kepada generasi penerus.
Terkait dengan itu, Sekda, menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Kota Mataram dan diikuti sekitar 1.600 pelajar se-Kota Mataram yang berasal dari peserta didik mulai dari tingkat PAUD, SD, hingga SMP Negeri dan Swasta se-Kota Mataram.
"Partisipasi pelajar dalam pawai ini, menjadi bukti bahwa generasi muda Kota Mataram memiliki antusiasme tinggi dalam melestarikan dan memajukan kebudayaan daerah," katanya.
Lebih jauh Sekda mengatakan, Kota Mataram juga memiliki cagar budaya yang telah mendapat nomor registrasi nasional.
Cagar budaya itu antara lain, Taman Mayura, Pura Meru, Makam Jenderal Van Ham, Makam Sayyid Ali Alkaf di Seganteng, Masjid Bengak Sekarbela, Makam Bintaro, dan Makam Loang Baloq.
Selain itu, Kota Mataram juga memiliki beberapa Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang tercatat di Kemendikbudristek, seperti Sate Rembiga, Bebalung, Upacara Betetulak, Tembang, Hikayat, dan lainnya.
"Harapan kita, kegiatan ini menjadi motivasi pelajar untuk melestarikan budaya yang sudah ada dan mampu menciptakan WBTB baru," katanya.
Kegiatan pawai budaya pelajar tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram Lalu Alwan Basri dan dihadiri sejumlah jajaran pejabat dan jajaran pendidikan setempat depan Taman Sangkareang, di Mataram, Kamis.
Dalam kesempatan itu Sekda mengatakan, pawai budaya merupakan satu langkah strategis agar kebudayaan daerah dapat terus hidup dan berkembang.
"Selain itu, pawai budaya juga mampu memberikan kontribusi positif terhadap identitas nasional dan global," katanya.
Dikatakan, melalui tema "Penguatan Program Sabtu Budaya Dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila", menjadikan pawai budaya itu sejalan dengan upaya memajukan kebudayaan daerah.
Hal itu bertujuan untuk menjaga identitas lokal sekaligus memperkenalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kebudayaan kepada generasi penerus.
Terkait dengan itu, Sekda, menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Kota Mataram dan diikuti sekitar 1.600 pelajar se-Kota Mataram yang berasal dari peserta didik mulai dari tingkat PAUD, SD, hingga SMP Negeri dan Swasta se-Kota Mataram.
"Partisipasi pelajar dalam pawai ini, menjadi bukti bahwa generasi muda Kota Mataram memiliki antusiasme tinggi dalam melestarikan dan memajukan kebudayaan daerah," katanya.
Lebih jauh Sekda mengatakan, Kota Mataram juga memiliki cagar budaya yang telah mendapat nomor registrasi nasional.
Cagar budaya itu antara lain, Taman Mayura, Pura Meru, Makam Jenderal Van Ham, Makam Sayyid Ali Alkaf di Seganteng, Masjid Bengak Sekarbela, Makam Bintaro, dan Makam Loang Baloq.
Selain itu, Kota Mataram juga memiliki beberapa Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang tercatat di Kemendikbudristek, seperti Sate Rembiga, Bebalung, Upacara Betetulak, Tembang, Hikayat, dan lainnya.
"Harapan kita, kegiatan ini menjadi motivasi pelajar untuk melestarikan budaya yang sudah ada dan mampu menciptakan WBTB baru," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menag Nasaruddin menilai Harmoni Imlek lekat dengan spiritual dan budaya Nusantara
01 March 2026 7:39 WIB
Cetak akademisi unggul, S2 STKIP Tamsis Bima bangun budaya riset sejak awal
28 February 2026 20:21 WIB
Tradisi vs modernisasi: Lombok Utara fokus musrenbang untuk pelestarian budaya
27 February 2026 13:43 WIB
Merawat demokrasi dari hal-hal yang sederhana: Refleksi budaya kerja Bawaslu Dompu
26 February 2026 14:13 WIB
Museum NTB diundang ke Australia, Wastra Lombok tembus panggung Internasional
25 February 2026 19:40 WIB
Konjen Inodonesia Noumea: Peringatan 130 tahun jaga identitas, budaya Jawa
17 February 2026 20:16 WIB