Mataram (ANTARA) - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram memperkuat jaminan produk aman, bermutu, dan bermanfaat bagi masyarakat melalui pendampingan intensif kepada pelaku usaha kecil di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala BBPOM Mataram Yogi Abaso mengatakan pihaknya telah menerbitkan 202 Nomor Izin Edar (NIE) sepanjang tahun 2025 sebagai bagian dari penguatan pengawasan obat dan makanan.

"Sebanyak 202 NIE tersebut diberikan kepada 39 UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah)," ujarnya di Mataram, Rabu.

Yogi menjelaskan penguatan pengawasan dilakukan untuk memastikan setiap produk obat, pangan olahan, dan kosmetik, yang beredar telah memenuhi standar keamanan dan mutu sesuai regulasi.

Menurutnya, pembinaan terstruktur melalui pelatihan, asistensi dan edukasi, menjadi langkah strategis agar pelaku UMKM mampu memenuhi persyaratan produksi yang baik serta memperoleh izin edar resmi.

"Kami terus berkomitmen dalam memperkuat pengawasan serta mendorong daya saing produk lokal melalui pendampingan intensif kepada pelaku UMKM," kata Yogi.

Baca juga: Hati-hati! Kosmetik berlabel asing tanpa bahasa Indonesia diduga ilegal

Lebih lanjut ia merinci sebanyak 202 NIE yang diberikan kepada 39 UMKM tersebut terdiri dari 4 NIE obat bahan alam dari 2 UMKM, 78 NIE pangan olahan dari 29 UMKM, serta 120 NIE kosmetik dari 8 UMKM.

Berdasarkan wilayah penerbitan NIE tersebar di Kota Mataram sebanyak 40 NIE, Kabupaten Lombok Barat 106 NIE, Kabupaten Lombok Tengah 19 NIE, Kabupaten Lombok Timur 22 NIE, dan Kabupaten Lombok Utara 15 NIE.

Jenis produk pangan olahan yang telah memperoleh NIE meliputi gula semut, minyak kelapa murni, minuman botanikal, dan produk lainnya. Sedangkan kategori obat bahan alam mencakup cairan obat luar dan kapsul.

"Pada kategori kosmetik, produk yang telah mengantongi izin edar antara lain pomade, sabun cair, parfum, dan berbagai produk perawatan lainnya," papar Yogi.

Baca juga: BPOM bongkar jaringan kosmetik dan obat keras ilegal di Lombok Timur

Selama periode 2024–2025 BBPOM Mataram telah mendampingi 86 UMKM dengan total penerbitan 440 NIE, yang terdiri atas 6 NIE untuk 3 UMKM obat bahan alam, 164 NIE untuk 56 UMKM pangan olahan, dan 270 NIE untuk 12 UMKM kosmetik.

Yogi berharap capaian itu menjadi fondasi penguatan pengawasan terpadu bersama para pemangku kepentingan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Baca juga: BPOM bongkar peredaran obat keras ilegal di Mataram, IRT diamankan
Baca juga: BBPOM intensifkan pengawasan pangan di Pulau Lombok
Baca juga: BBPOM Mataram temukan 259 pranala obat dan makanan ilegal



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026