Reog Ponorogo diangkat dari salah satu cerita Panji
Rabu, 23 Oktober 2024 5:23 WIB
Filolog Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Adi Wisnurutomo (kanan) menjelaskan kisah di balik salah satu Wayang Beber yang ditampilkan di Pameran Cerita Panji: Prahara, Kembara, Asmara di Perpusnas, Selasa (22/10/2024). (ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari)
Jakarta (ANTARA) - Filolog Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Adi Wisnurutomo mengungkap kisah Reog Ponorogo diangkat dari salah satu cerita Panji pada pembukaan Pameran Cerita Panji: Prahara, Kembara, Asmara di Perpusnas, Selasa.
"Wayang Beber, Reog Ponorogo sendiri adalah cerita Panji, karena hal itu diduga ada sebuah foto lama di Reog Ponorogo itu ada dua orang Punakawan (tokoh dalam pewayangan, artinya sahabat yang cerdik), yaitu Pentul dan Tembem," ujar Adi.
Ia menjelaskan Cerita Panji adalah cerita cinta antara putra mahkota Kerajaan Jenggala Raden Inu Kertapati (Panji) dengan Dewi Sekartaji (Galuh Candrakirana) dengan subtema kesetiaan, kepahlawanan serta kehidupan sosial politik yang berasal dari Jawa periode klasik pada era Kerajaan Kediri (1042-1222).
"Cerita Panji latarnya dari Kerajaan Kediri, kemudian mulai populer pada masa Kerajaan Majapahit, terbukti banyak terdapat relief-relief termasuk di Candi Penataran, dan lain sebagainya," katanya.
Ia juga menjelaskan kisah Panji cukup populer di banyak negara, di antaranya Malaysia, Thailand, Myanmar, Filipina.
"Bentuk-bentuk Panji itu juga ada dalam relief-relief. Tokoh Panji ada yang terdapat di Penanggungan juga," ucapnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas Mariana Ginting mengatakan Indonesia patut berbangga karena penganugerahan Cerita Panji sebagai Ingatan Kolektif Dunia (Memory of The World) pada tahun 2017.
Baca juga: Menbud ingin budaya Panji sepopuler Romeo-Juliet
"Cerita Panji terus hidup dan bertransformasi dari zaman ke zaman mulai dari relief, wayang, tarian hingga naskah-naskah kuno. Sudah semestinya berbagai produk seni itu dikenal kembali oleh masyarakat Indonesia. Terlebih generasi saat ini dan mendatang yang eksistensinya mulai pudar dihantam gempuran modernisasi," tuturnya.
Mariana menyebutkan hingga saat ini terdapat 11.308 koleksi cerita-cerita Panji dalam Online Public Access Catalog (OPAC) Perpusnas, yang terus diarusutamakan oleh Perpusnas. Kisah Panji menjelma dalam berbagai rupa kesenian, seperti dalam relief, pertunjukan tari, wayang, dongeng, hingga karya sastra.
Baca juga: Menko PMK mengecek kesiapan mudik Lebaran 2023 di Tol Ngawi-Kertosono Jatim
Pameran Cerita Panji: Prahara, Kembara, Asmara berlangsung selama 22-24 Oktober di Perpusnas, selain itu, Perpusnas juga berkolaborasi bersama Kementerian Kebudayaan menyelenggarakan Pameran Panji pada tanggal yang sama di Gedung Kesenian Jakarta.
"Wayang Beber, Reog Ponorogo sendiri adalah cerita Panji, karena hal itu diduga ada sebuah foto lama di Reog Ponorogo itu ada dua orang Punakawan (tokoh dalam pewayangan, artinya sahabat yang cerdik), yaitu Pentul dan Tembem," ujar Adi.
Ia menjelaskan Cerita Panji adalah cerita cinta antara putra mahkota Kerajaan Jenggala Raden Inu Kertapati (Panji) dengan Dewi Sekartaji (Galuh Candrakirana) dengan subtema kesetiaan, kepahlawanan serta kehidupan sosial politik yang berasal dari Jawa periode klasik pada era Kerajaan Kediri (1042-1222).
"Cerita Panji latarnya dari Kerajaan Kediri, kemudian mulai populer pada masa Kerajaan Majapahit, terbukti banyak terdapat relief-relief termasuk di Candi Penataran, dan lain sebagainya," katanya.
Ia juga menjelaskan kisah Panji cukup populer di banyak negara, di antaranya Malaysia, Thailand, Myanmar, Filipina.
"Bentuk-bentuk Panji itu juga ada dalam relief-relief. Tokoh Panji ada yang terdapat di Penanggungan juga," ucapnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas Mariana Ginting mengatakan Indonesia patut berbangga karena penganugerahan Cerita Panji sebagai Ingatan Kolektif Dunia (Memory of The World) pada tahun 2017.
Baca juga: Menbud ingin budaya Panji sepopuler Romeo-Juliet
"Cerita Panji terus hidup dan bertransformasi dari zaman ke zaman mulai dari relief, wayang, tarian hingga naskah-naskah kuno. Sudah semestinya berbagai produk seni itu dikenal kembali oleh masyarakat Indonesia. Terlebih generasi saat ini dan mendatang yang eksistensinya mulai pudar dihantam gempuran modernisasi," tuturnya.
Mariana menyebutkan hingga saat ini terdapat 11.308 koleksi cerita-cerita Panji dalam Online Public Access Catalog (OPAC) Perpusnas, yang terus diarusutamakan oleh Perpusnas. Kisah Panji menjelma dalam berbagai rupa kesenian, seperti dalam relief, pertunjukan tari, wayang, dongeng, hingga karya sastra.
Baca juga: Menko PMK mengecek kesiapan mudik Lebaran 2023 di Tol Ngawi-Kertosono Jatim
Pameran Cerita Panji: Prahara, Kembara, Asmara berlangsung selama 22-24 Oktober di Perpusnas, selain itu, Perpusnas juga berkolaborasi bersama Kementerian Kebudayaan menyelenggarakan Pameran Panji pada tanggal yang sama di Gedung Kesenian Jakarta.
Pewarta : Lintang Budiyanti Prameswari
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler: OTT Bupati Ponorogo, Tiga klaster kasus korupsi, hingga menyiasati turunnya fiskal daerah
10 November 2025 6:09 WIB
Kolaborasi heksaheliks menjadi kunci sukses Kota Malang dan Ponorogo masuk UCCN
02 November 2025 6:27 WIB
Terpopuler - Nasional
Lihat Juga
Presiden Prabowo dan MBZ memperkuat kemitraan strategis di Istana Qasr Al Bahr
27 February 2026 4:56 WIB