Gunung Soputan meletus
Minggu, 16 Desember 2018 10:31 WIB
Arsip Foto. Letusan stromboli Gunung Soputan terpantau dari Desa Lobu, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, Rabu (3/10/2018). Letusan stromboli tersebut disertai leleran lava pijar ke arah Timur Laut, dengan estimasi jarak luncur 2500 m serta kolom letusan setinggi 2000-3000 m dari puncak. ANTARA FOTO/Adwit B Pramono
Sulawesi Utara (Antaranews NTB) - Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, tiga kali mengalami erupsi sejak Minggu dini hari.
Menurut Pos Pemantau Gunung Soputan di Silian, erupsi pertama yang disertai suara gemuruh terjadi pukul 01.02 Wita dengan amplitudo 40 milimeter.
"Letusan kedua terjadi pukul 03.09 Wita dengan tinggi kolom abu mencapai 3.000 meter dari puncak gunung. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke tenggara. Erupsi terekam dalam seismograf dengan amplitudo 40 milimeter, " kata Kepala Pos Pemantau Gunung Soputan Asep Saifullah di Silian.
Erupsi terjadi lagi pukul 05.40 Wita dengan tinggi kolom abu teramati 7.000 meter dari puncak gunung.
"Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan ini mengarah ke arah barat daya," katanya.
Asep mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius 4,5 sampai enam kilometer dari puncak Gunung Soputan, serta menyarankan warga menyiapkan masker untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hujan abu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Minahasa Tenggara Ferry Uway menyatakan BPBD siaga mengantisipasi dampak peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Soputan.
"Kami sudah bersiaga di sekitar lokasi yang terdampak, dengan menyiapkan penanganan seperti pembagian masker," kata dia.
(*)
Menurut Pos Pemantau Gunung Soputan di Silian, erupsi pertama yang disertai suara gemuruh terjadi pukul 01.02 Wita dengan amplitudo 40 milimeter.
"Letusan kedua terjadi pukul 03.09 Wita dengan tinggi kolom abu mencapai 3.000 meter dari puncak gunung. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke tenggara. Erupsi terekam dalam seismograf dengan amplitudo 40 milimeter, " kata Kepala Pos Pemantau Gunung Soputan Asep Saifullah di Silian.
Erupsi terjadi lagi pukul 05.40 Wita dengan tinggi kolom abu teramati 7.000 meter dari puncak gunung.
"Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan ini mengarah ke arah barat daya," katanya.
Asep mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius 4,5 sampai enam kilometer dari puncak Gunung Soputan, serta menyarankan warga menyiapkan masker untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hujan abu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Minahasa Tenggara Ferry Uway menyatakan BPBD siaga mengantisipasi dampak peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Soputan.
"Kami sudah bersiaga di sekitar lokasi yang terdampak, dengan menyiapkan penanganan seperti pembagian masker," kata dia.
(*)
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor : Awaludin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Yayasan Puri Kauhan Ubud umumkan ide karya terbaik kompetisi seni pertunjukan dengan inovasi teknologi
05 September 2025 5:34 WIB
Konferprov PWI Bali 2025 secara aklamasi memilih Dira Arsana sebagai Ketua PWI periode 2025-2029
31 May 2025 7:19 WIB
Sinergi PKT BISA dongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani Magetan
20 May 2025 18:55 WIB
Pemilik tanah Gnyadnya minta keadilan peralihan tanahnya dipecah jadi 26 sertifikat
03 February 2025 20:22 WIB, 2025
Demplot Pupuk Kaltim di Jombang, hasil padi petani capai 9,2 ton per hektare
04 September 2024 15:31 WIB, 2024
Suara legislator, Reni Astuti sarankan ada peta banjir digital di Surabaya
27 February 2024 8:04 WIB, 2024