Es teh berbuah kuldi
Jumat, 6 Desember 2024 20:08 WIB
Pegiat Sosial di Surabaya, Kusnan (ANTARA/HO-Dok kusnan)
Surabaya (ANTARA) - Seperti kata petuah lama..
Derajat...Pangkat..bisa membutakan mu..
Harta..Tahta...Wanita...juga bisa membunuhmu..
Namun kali ini, sepertinya petuah itu tak berarti. Sebab bukan Harta Tahta dan Wanita yg bisa Membunuh ..namun hanya segelas Es Teh Manis pun bisa membunuh dan meruntuhkan Derajat seorang yg sedang diatas Angan Rakyat Jelata.
Uti uri orang Jawa bilang, Lek Longgo Ojo lali Ngadek.. lek mlaku jok nyawang ndukur, mundak kejeglong..lek ngomong ngrayai jitok ...
Uri2 yang kerap dilupakan, banyak orang. Khususnya pejabat.
"Lek Longgo Ojo lali Ngadek"..Ketika berkuasa jangan semena2 ingin terus berkuasa, hingga lupa untuk turun tahta -
"Lek mlaku Ojo nyawang ndukur".. bila bicara / bersama warga jangan pernah mendonhakkan kepala tanda angkuh dan sombong, sebab kau tak akan bisa melihat kegundahan rakyat kecil, sbb suatu saat kau akan jatuh dan tersungkur.
"Lek ngomong grayai jitok'.. setiap ucapan perkataan yg keluar dari mulut mu untuk orang lain, sebelumnya kau harus melihat dirimu sendiri..sudah pas kah...sudah relefankah..sudah pantaskah..
Pantas saja banyak tokoh selalu bilang, Kalian teriak Berantas Korupsi, sebab kalian belum pernah merasakannya..dan belum pernah menjadi pejabat yg setiap saat dihadapkan dg kesempatan untuk Korupsi.
Jadi, Saat ini kita teriak Pejabat tidak merakyat, suka menghina Rakyat, mungkin kita belum dapat kesempatan menjadi pejabat..
Semua ada Makomnya..semua ada Tempatnya..mungkin saat ini tempat ku di Angkringan ini..dan Kamu di sana.. di Istana berkarpet merah..
Angkringan Baladewa
Kota Lama Jembatan Merah
*) Penulis adalah pegiat sosial di Surabaya
Derajat...Pangkat..bisa membutakan mu..
Harta..Tahta...Wanita...juga bisa membunuhmu..
Namun kali ini, sepertinya petuah itu tak berarti. Sebab bukan Harta Tahta dan Wanita yg bisa Membunuh ..namun hanya segelas Es Teh Manis pun bisa membunuh dan meruntuhkan Derajat seorang yg sedang diatas Angan Rakyat Jelata.
Uti uri orang Jawa bilang, Lek Longgo Ojo lali Ngadek.. lek mlaku jok nyawang ndukur, mundak kejeglong..lek ngomong ngrayai jitok ...
Uri2 yang kerap dilupakan, banyak orang. Khususnya pejabat.
"Lek Longgo Ojo lali Ngadek"..Ketika berkuasa jangan semena2 ingin terus berkuasa, hingga lupa untuk turun tahta -
"Lek mlaku Ojo nyawang ndukur".. bila bicara / bersama warga jangan pernah mendonhakkan kepala tanda angkuh dan sombong, sebab kau tak akan bisa melihat kegundahan rakyat kecil, sbb suatu saat kau akan jatuh dan tersungkur.
"Lek ngomong grayai jitok'.. setiap ucapan perkataan yg keluar dari mulut mu untuk orang lain, sebelumnya kau harus melihat dirimu sendiri..sudah pas kah...sudah relefankah..sudah pantaskah..
Pantas saja banyak tokoh selalu bilang, Kalian teriak Berantas Korupsi, sebab kalian belum pernah merasakannya..dan belum pernah menjadi pejabat yg setiap saat dihadapkan dg kesempatan untuk Korupsi.
Jadi, Saat ini kita teriak Pejabat tidak merakyat, suka menghina Rakyat, mungkin kita belum dapat kesempatan menjadi pejabat..
Semua ada Makomnya..semua ada Tempatnya..mungkin saat ini tempat ku di Angkringan ini..dan Kamu di sana.. di Istana berkarpet merah..
Angkringan Baladewa
Kota Lama Jembatan Merah
*) Penulis adalah pegiat sosial di Surabaya
Pewarta : Kusnan *)
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Penjual es teh Sunhaji mohon Prabowo tolak pengunduran diri Gus Miftah
10 December 2024 21:00 WIB, 2024
Adi Hidayat resmi gantikan Gus Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden, Cek faktanya
09 December 2024 18:47 WIB, 2024
Prabowo pecat Gus Miftah karena menghina pedagang es teh, cek faktanya
07 December 2024 10:35 WIB, 2024
Ketua Harian Dasco sebut jabatan utusan khusus Presiden boleh kosong
07 December 2024 6:33 WIB, 2024
Istana hormati keputusan Gus Miftah mundur dari Utusan Khusus Presiden
06 December 2024 17:59 WIB, 2024
Terpopuler - Suara Publik
Lihat Juga
Merawat demokrasi dari hal-hal yang sederhana: Refleksi budaya kerja Bawaslu Dompu
26 February 2026 14:13 WIB
Pertumbuhan ekonomi NTB di tahun pertama Iqbal-Dinda: Dari fase koreksi menuju fondasi transformasi
18 February 2026 8:04 WIB