Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalokasikan dana Rp40 miliar dalam program paket sembako sebagai salah satu langkah antisipasi terjadinya inflasi menjelang atau pasca bulan Ramadhan 2025.

"Pemerintah daerah akan membagikan paket sembako kepada masyarakat dan anggaran program itu Rp40 miliar," kata  Wakil Bupati Lombok Timur H Edwin Hadiwijaya di Lombok Timur, Senin.

Ia mengatakan untuk kriteria penerima paket sembako tersebut, sudah ada data di masing masing desa dan tinggal penyesuaian.

"Tidak semua masyarakat yang diberikan, ada kriteria seperti masyarakat berpenghasilan rendah. Paket sembako ini juga tidak diberikan kepada institusi seperti TNI Polri dan lainnya, tetapi masyarakat," katanya.

Baca juga: Pedagang di Lombok Timur diminta tak naikkan harga sembako jelang Ramadhan

Sementara itu, Sekda Lombok Timur HM Juaini Taofik mengatakan paket sembako yang akan diberikan kepada masyarakat, salah satu langkah menekan terjadinya inflasi, karena harga bahan pokok menjelang Ramadhan selesai lebaran kerap terjadi kenaikan harga.

"Dan melalui program paket sembako tidak terjadi inflasi atau kenaikan harga bahan pokok," katanya.

Baca juga: Jelang Ramadhan, PJ Bupati Lombok Timur cecek harga sembako di pasar

Ia mengatakan selama ini pemerintah mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok naik, dengan menggelar operasi pasar, karena dengan kegiatan tersebut, masyarakat mengeluarkan uang untuk membeli, namun melalui  program paket sembako masyarakat tidak mengeluarkan uang.

"Tetapi mendapatkan sembako dan jumlah penerima paket sembako ini ratusan ribu," katanya.

Dalam pelaksanaan program paket sembako dengan dana cukup besar Rp 40 miliar? Juaini mengatakan pihaknya akan  menggandeng aparat penegak hukum sebagai pengawas agar program berjalan dengan baik dan tepat sasaran.

"Agar program ini tepat sasaran, terkait  untuk pengawasan, kami gandeng aparat penegak hukum," katanya.


Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2025