70 persen warga Dasan Lekong mulai kumpulkan sampah
Jumat, 8 Maret 2019 9:28 WIB
Tumpukan sampah di pinggir pantai Kota Mataram. Foto ANTARA (Ilustrasi (/)
Mataram (ANTARA) - Sekitar 70 persen dari warga Dasan Lekong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, sudah memilah sampah, demikian Kepala Desa Dasan Lekong.
“Belakangan disadari masyarakat Dasan Lekong, bahwa sampah bukanlah sebuah musibah/namun menjadi berkah,” katanya dalam laman Pemkab Lombok Timur, Jumat.
Ia menambahkan masyarakat Dasan Lekong sadar terhadap nilai sampah, diawali dengan membangun kesadaran dan sosialisasi secara terus menerus. “Melakukan edukasi dengan memilah sampah organik dan anorganik,” katanya.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah desa setempat atas pengelolaan sampah, pihaknya pada tahun ini telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp300 juta.
Sehingga Dasan Lekong pun kini memiliki jargon khusus terkait sampah yakni “juallah sampah pada tempatnya”.
Sementara Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menyatakan, ragam persoalan yang dihadapi daerah, menuntut konsentrasi pemerintah saat ini.
Bupati menilai gerak pemerintah desa masih samar dalam menyelesaikan kasus yang terdapat di masyarakat, membuat reward yang dijanjikan oleh Pemerintah Daerah akan sulit dicapai, tidak hanya mengatasi persoalan stunting, gizi buruk dan kemiskinan.
Bupati juga akan memberikan penghargaan bagi desa yang mampu mengatasi masalah sampah di wilayahnya.
Direktur Bintang Sejahtera, salah satu perusahaan yang mengelola sampah di Lotim, Syawaludin, menyatakan terdapat nol koma tujuh kilogram sampah per orang yang dibuang setiap hari.
Sementara saat ini terdapat 47 desa yang sudah mengirim sampahnya ke gudang bintang sejahtera.
Syawaludin menilai, dalam hal ini sampah bukanlah sebuah momok, melainkan sumberdaya yang tidak dimaksimalkan. “Karena itu dibutuhkan kesadaran dan komitmen yang kuat untuk melihat sampah sebagai berkah,” katanya.
“Belakangan disadari masyarakat Dasan Lekong, bahwa sampah bukanlah sebuah musibah/namun menjadi berkah,” katanya dalam laman Pemkab Lombok Timur, Jumat.
Ia menambahkan masyarakat Dasan Lekong sadar terhadap nilai sampah, diawali dengan membangun kesadaran dan sosialisasi secara terus menerus. “Melakukan edukasi dengan memilah sampah organik dan anorganik,” katanya.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah desa setempat atas pengelolaan sampah, pihaknya pada tahun ini telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp300 juta.
Sehingga Dasan Lekong pun kini memiliki jargon khusus terkait sampah yakni “juallah sampah pada tempatnya”.
Sementara Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menyatakan, ragam persoalan yang dihadapi daerah, menuntut konsentrasi pemerintah saat ini.
Bupati menilai gerak pemerintah desa masih samar dalam menyelesaikan kasus yang terdapat di masyarakat, membuat reward yang dijanjikan oleh Pemerintah Daerah akan sulit dicapai, tidak hanya mengatasi persoalan stunting, gizi buruk dan kemiskinan.
Bupati juga akan memberikan penghargaan bagi desa yang mampu mengatasi masalah sampah di wilayahnya.
Direktur Bintang Sejahtera, salah satu perusahaan yang mengelola sampah di Lotim, Syawaludin, menyatakan terdapat nol koma tujuh kilogram sampah per orang yang dibuang setiap hari.
Sementara saat ini terdapat 47 desa yang sudah mengirim sampahnya ke gudang bintang sejahtera.
Syawaludin menilai, dalam hal ini sampah bukanlah sebuah momok, melainkan sumberdaya yang tidak dimaksimalkan. “Karena itu dibutuhkan kesadaran dan komitmen yang kuat untuk melihat sampah sebagai berkah,” katanya.
Pewarta : Antara
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
NTB siap gabung proyek sampah jadi energi, Gubernur akui masih tertinggal
05 February 2026 16:28 WIB
Tragis di Sekotong: Jenazah hangus di tumpukan sampah ternyata ibu, dibunuh anak kandung
27 January 2026 10:02 WIB
Polisi selidiki temuan jenazah hangus di pinggir jalan Sekotong Lombok Barat
26 January 2026 15:12 WIB
Terpopuler - Suara Desa
Lihat Juga
HUT ke-139, Desa Duman Lombok Barat gelar jalan santai hingga bagi-bagi doorprize
27 December 2023 10:26 WIB, 2023
Jaga kelestarian, Balai TNGR bersihkan sampah di kawasan Gunung Rinjani
24 December 2023 20:33 WIB, 2023
Desa Lantan Lombok Tengah jadi Desmigratif cegah calon pekerja migran ilegal
21 December 2023 11:23 WIB, 2023
Masuki usia ke-139 tahun, Desa Duman gelar jalan santai sampai pameran kuliner
08 November 2023 8:43 WIB, 2023
Ratusan warga Kecamatan Batukliang geruduk Kantor DPRD Lombok Tengah
05 October 2023 17:43 WIB, 2023
Bypass Labulia Lombok Tengah minim penerangan hingga rawan kecelakaan
05 October 2023 14:15 WIB, 2023