Lombok Tengah (ANTARA) - Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah menyatakan ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VIII 2025 yang dipusatkan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dapat memperkuat promosi pariwisata daerah.
"Fornas VIII 2025 ini merupakan salah satu momentum untuk meningkatkan promosi pariwisata Lombok Tengah khususnya atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika," kata HM Nursiah usai acara pelepasan atlet Fornas 2025 di Lombok Tengah, Jumat.
Ia mengatakan Kabupaten Lombok Tengah menjadi bagian dari lokasi atau venue pelaksanaan Fornas yang digelar 26 Juli hingga 1 Agustus 2025.
"Kami siap mendukung penyelenggaraan Fornas 2025 supaya berjalan aman dan lancar," katanya.
Baca juga: Persiapan pembukaan Fornas VIII 2025 di NTB sudah 100 persen
Ia mengatakan jumlah atlet Lombok Tengah yang ikut dalam Fornas 2025 ini mencapai ratusan dan mereka telah diberikan motivasi oleh Bupati Lombok Tengah, agar mereka tetap menjaga kesehatan dan menjadi juara dalam ajang yang diikuti.
"Target bisa menyumbang kemenangan," katanya.
Sebelumnya, berdasarkan jadwal resmi, sedikitnya 18 cabang olahraga (cabor) akan dipertandingkan di berbagai venue strategis di wilayah Kabupaten Lombok Tengah.
Beberapa venue utama yang menjadi pusat kegiatan di antaranya GOR Tastura Praya, Lapangan Bulat dan Sasake, Hotel Raja Kuta Mandalika, dan Gor Poltekpar Lombok, Sky Lancing.
Baca juga: Kontingen Fornas VIII 2025 mulai berdatangan di NTB
Setiap lokasi akan menampilkan berbagai jenis olahraga berbasis komunitas yang sarat nilai budaya dan semangat kebersamaan.
Di GOR Tastura Praya, akan berlangsung cabang Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI), Tarung Bebas Indonesia (TBI), Yayasan Pendidikan Olahraga Karate (YPOK) dan Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia (FESPATI).
Adapun Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) akan bertanding di luar wilayah Lombok Tengah, yakni di Hotel Nusantara, Sembalun, Lombok Timur.
Baca juga: Gubernur dan Wagub NTB lepas ribuan anggota kontingen Fornas VIII 2025
Sementara itu, Hotel Raja Kuta Mandalika menjadi tempat kompetisi untuk Persatuan Binaraga dan Fisik Indonesia (PERBAFI) serta Persatuan Olahraga Gulat Tangan Indonesia (POGTI), yang akan menyuguhkan kekuatan fisik dan teknik khas dari olahraga kekinian.
Di sisi lain, GOR Poltekpar Lombok akan menjadi saksi berlangsungnya laga Aliansi Kungfu Tradisional Indonesia (AKTI), Beladiri Kempo Indonesia (BKI), dan Lembaga Seni Pernafasan Satria Nusantara (LSPSN).
Baca juga: PMKS di Mataram diawasi ketat selama Fornas VIII 2025
Seluruh cabang ini memperlihatkan seni bela diri yang tidak hanya menonjolkan kekuatan, tetapi juga nilai spiritual dan kedisiplinan tinggi.
Tak ketinggalan, Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) akan tampil di wilayah Sasake dan Sky Lancing akan berlangsung olahraga Gantole.
Berbagai lomba yang digelar bukan hanya ajang perebutan prestasi, namun juga menjadi momentum mempromosikan Lombok Tengah sebagai destinasi sport tourism berbasis budaya.
Pemerintah daerah bersama panitia lokal telah menyatakan seluruh kesiapan teknis dan non-teknis telah rampung menjelang hari pelaksanaan.
Baca juga: Sambut Fornas, Dispar Mataram perketat pengawasan dan kebersihan objek wisata
Baca juga: Putra Presiden Turki dijadwalkan hadiri pembukaan Fornas VIII NTB 2025
Baca juga: Okupansi hotel oleh turis asing capai 90 persen di Gili Tramena Lombok
Baca juga: Pemesanan hotel di NTB melonjak 90 persen jelang Fornas VIII 2025
Baca juga: Wali Kota Mataram ajak jajaran ASN dukung Fornas VIII di NTB