Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar sosialisasi anti korupsi dan gratifikasi untuk memperkuat pencegahan korupsi dan meningkatkan kesadaran integritas serta menanamkan semangat anti korupsi pada penyelenggara negara.
Kepala Inspektur Inspektorat Lombok Tengah Lalu Aknal Afandi di Lombok Tengah, Selasa mengatakan pelaksanaan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari imbauan KPK RI kepada seluruh pemerintah daerah agar turut berpartisipasi dalam rangkaian hari Antikorupsi Sedunia yang akan dipusatkan di Yogyakarta pada 6–9 Desember 2025.
“Sosialisasi ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat integritas dan mencegah praktik korupsi di semua lini pemerintahan daerah,” katanya.
Ia mengatakan kegiatan ini diikuti para kepala desa dan lurah, kepala OPD, anggota DPRD, BUMN dan BUMD serta melibatkan para kepala sekolah, tokoh masyarakat, tokoh agama maupun tokoh pemuda.
"Kegiatan ini salah satu upaya pemerintah daerah dalam mencegah terjadinya tindak pidana korupsi di Lombok Tengah," katanya.
Baca juga: Kasus korupsi DLH Lombok Tengah masuk tahap penyidikan
Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Tengah Dr HM Nursiah mengatakan pentingnya menjaga integritas dan tanggung jawab dalam mengelola keuangan daerah.
Ia menyebut, struktur APBD Lombok Tengah tahun 2025 mencapai Rp2,8 triliun, yang merupakan amanah besar untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“APBD itu bukan hak kita, tapi kewajiban kita untuk melayani masyarakat. Harapan masyarakat sering kali lebih besar dari kemampuan anggaran, namun itu bukan tantangan, melainkan tanggung jawab yang harus kita jalankan dengan penuh integritas,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti dinamika partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah yang kini semakin aktif dan kritis terhadap program pemerintah.
“Masyarakat kita luar biasa, ada yang pasif menerima, ada yang aktif mencari tahu, bahkan ada yang proaktif melapor dan mengawasi. Ini menunjukkan bahwa transparansi dan akuntabilitas harus terus kita perkuat,” katanya.
Baca juga: Jaksa tahan tersangka korupsi bantuan beras 2024 di Lombok Tengah
Wakil Bupati menutup sambutannya dengan apresiasi kepada KPK RI dan para narasumber yang telah berbagi ilmu dan pengalaman untuk memperkuat sistem pencegahan korupsi di Lombok Tengah.
“Banyak yang mengawasi kita, baik secara kelembagaan maupun masyarakat. Tapi di atas semua itu, pengawasan tertinggi datang dari Allah SWT. Maka mari kita bekerja dengan hati yang bersih dan niat yang lurus,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berharap pemahaman dan komitmen seluruh aparatur pemerintahan serta masyarakat semakin kuat dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan bebas dari korupsi.
Baca juga: BPKP NTB hitung nilai kerugian korupsi PPJ di Lombok Tengah