Mataram, 10/9 (ANTARA) - Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang bekerja di luar negeri selama delapan bulan terkahir (Januari-Agustus) 2009 mencapai 36.470 orang.

          Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Mataram,  I Komang Subadra di Mataram,  Jumat mengatakan, para TKI asal NTB terbanyak bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit di Malaysia Barat mencapai 24.697 orang.

         Selain itu di Arab Saudi tercatat 11.202 orang, Oman 206 orang, Uni Emirat Arab 137 orang, Malaysia Timur 113 orang, Jordan 38 orang, Kuwait 33 orang, Singapura 20 orang, Hong Kong 17 orang, Qatar enam orang dan satu orang di Brunei Darusaalam.

          Dia mengatakan, para TKI asal NTB terbanyak bekerja di ladang atau perkebunan kelapa sawit di Malaysia mencapai 24.427 orang yang didominasi tenaga kerja pria baik yang bekerja sebagai pemetik buah kelapa sawit maupun tenaga pemelihara tanaman sawit.

        Selain itu TKI asal daerah ini yang umumnya perempuan  terbanyak bekerja sebagai penata laksana rumah tangga (PLRT)  di Arab Saudi mencapai 11.525 orang, selebihnya bekerja di berbagai sektor, antara lain di kilang/industri, pekerja konstruksi dan sopir.

         "Selama ini TKI asal NTB yang umumnya berlatarbelakang petani lebih senang memilih pekerjaan sebagai buruh di ladang kelapa sawit baik untuk memanen maupun memelihara tanaman sawit, sedangkan di sektor lainnya relatif kurang, seperti konstruksi dan kilang industri," katanya.

         Ketika akan diberangkatkan para calon TKI tidak perlu terlalu banyak dilatih, karena mereka sudah memiliki kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan yang diberikan dan umumnya mereka tidak mengalami kesulitan.

         Subadra mengakui hingga kini masih ada TKW yang menghadapi masalah di Arab Saudi, seperti tidak mendapatkan upah, menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh majikan dan pelecehan seksual.

         "Kami memang sering mendapat pengaduan dari TKW atau keluarganya yang menghadapi masalah di luar negeri, antara lain upahnya tidak dibayar, diperlakukan secara tidak manusiawi dan ada juga yang menjadi korban pelecehan seksual, seperti yang dialami Cahya Wulandari, TKW asal Gubug Baru, Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupoaten Lombok Utara," ujarnya.

         Sedangkan selama tahun  2008 jumlah TKI asal NTB yang bekerja di luar negeri mencapai 52.273 orang terbanyak bekerja di perusahaan ladang kelapa sawit di Malaysia Barat dan menjadi PLRT di Arab Saudi.(*)