Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara ke wilayah itu pada tahun 2026 sebanyak 2,5 juta lebih.
Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ajmad Nur Aulia mengatakan target jumlah kunjungan wisatawan di 2026 ini, sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
"Sesuai dengan RPJMD yang sudah ditetapkan itu sebanyak 2,555 juta orang," ujarnya di Mataram, Senin.
Ia mengatakan ada sejumlah faktor yang mendorong kunjungan wisatawan ke NTB naik di 2026. Satu di antaranya, kata dia, adanya berbagai program dari pemerintah pusat dalam meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Tanah Air.
"Tentunya juga kita melihat tren, ada peningkatan kunjungan dalam beberapa tahun terakhir. Khususnya pasca-pandemi COVID-19, grafik bulan ke bulan terus naik, sehingga itu menjadi salah satu pertimbangan penentuan angka kunjungan wisatawan," jelas Aulia.
Baca juga: Durasi inap wisatawan pendek, Akademisi minta pariwisata NTB berbena
Aulia mengatakan pada tahun 2025, target jumlah kunjungan wisatawan ke NTB baik domestik maupun mancanegara mencapai 2,3 juta orang dan angka itu sudah mencapai target. Dengan wisatawan terbanyak berasal dari Malaysia, Australia, Jerman dan sejumlah negara di Eropa.
"Di tahun 2026, kita berfokus bagaimana meningkatkan lama tinggal atau length of stay wisatawan di destinasi wisata yang ujungnya memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi di daerah," terangnya.
Menurutnya, untuk dapat menaikkan jumlah kunjungan wisatawan tersebut, tentu dibutuhkan kesiapan destinasi, utamanya yang ada di kabupaten/kota. Mulai dari fasilitas, kelengkapan di objek wisata. Karena hal ini menjadi faktor yang terpenting menjadi perhatian wisatawan.
Baca juga: Saat kapal dunia singgah
Selain itu, kata dia, adalah bagaimana promosi. Pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB untuk menjalankan berbagai macam strategi promosi yang lebih efektif dan terukur sehingga tepat sasaran.
"Disamping itu pelaku industri pariwisata juga tidak akan berdiam diri untuk melakukan promosi-promosi dengan strategi masing-masing," ujar Aulia.
Aulia optimis pariwisata NTB di 2026 akan terus tumbuh seiring dengan penguatan destinasi, akomadasi, promosi, dan dukungan konektivitas transportasi baik udara, darat, dan laut. Termasuk, keterlibatan seluruh pelaku wisata, asosiasi, UMKM, dan masyarakat.
"Ini menjadi ikhtiar kita bersama, bahwa kunjungan wisatawan tidak hanya bicara target semata. Tetapi, bagaimana dunia pariwisata dapat memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB -Kapal pesiar di NTB dan ujian nilai tambah
Baca juga: Lombok jadi destinasi nomor dua disinggahi wisatawan kapal pesiar