Dompu (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manggelewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat serta mewujudkan visi sebagai rumah sakit rujukan yang mandiri, terpercaya, dan profesional.
Direktur RSUD Manggelewa, dr. Hj. Laela Soraya kepada ANTARA mengatakan, kemandirian rumah sakit diwujudkan melalui penerapan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang memberikan fleksibilitas dalam operasional. Sementara aspek, kepercayaan masyarakat dibangun melalui penguatan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas layanan.
"Untuk menjadi rumah sakit rujukan, layanan spesialistik harus tersedia. Karena itu, keberadaan dokter spesialis menjadi kebutuhan utama," kata dr. Laela di Dompu, Selasa.
Saat ini, RSUD Manggelewa berstatus rumah sakit tipe D dengan kapasitas 61 tempat tidur. Keterbatasan jumlah dokter spesialis masih menjadi tantangan.
"Pihak kami telah mengajukan program pendayagunaan dokter spesialis ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes), secara berkelanjutan setiap bulan selama satu tahun lebih," ujarnya.
Menurut dr. Laela, upaya tersebut mulai membuahkan hasil dengan hadirnya satu dokter spesialis patologi klinik yang direkrut melalui Kemenkes sejak November 2025, dengan masa kontrak satu tahun.
Selain itu, Kabupaten Dompu memiliki 13 dokter spesialis yang telah disekolahkan, dan satu dokter spesialis penyakit dalam dijadwalkan kembali bertugas pada Februari 2026.
"Kami mengusulkan tambahan tiga dokter spesialis, masing-masing spesialis kandungan, anestesi, serta patologi klinik," paparnya.
Dalam mendukung pelayanan, RSUD Manggelewa saat ini diperkuat lima dokter spesialis dari RSUD Dompu berdasarkan penugasan daerah serta satu dokter spesialis radiologi kontrak dari Bima.
Sebagai bagian dari peningkatan layanan, lanjut Laela, RSUD Manggelewa telah menyiapkan pengoperasian Modular Operating Theatre (MOT), ruang operasi modern yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas dan mutu layanan bedah.
"Ruangan ini telah diresmikan oleh Bupati pada November tahun lalu dan pengoperasian kami targetkan pada semester pertama tahun ini untuk mendongkrak pendapatan. Tahun sebelumnya, pendapatan 4,5 miliar dengan sumber terbanyak dari klaim pelayanan BPJS Kesehatan," katanya.
Baca juga: Re-akreditasi paripurna RSUD Dompu dapat apresiasi LARSI
Dalam kurun tiga tahun kepemimpinan dr. Laela Soraya sejak dilantik pada 25 Januari 2023, RSUD Manggelewa mencatat sejumlah kemajuan, antara lain pembukaan layanan radiologi, penyediaan ruang rawat inap kelas VIP, serta pelaksanaan evaluasi internal secara berkala melalui survei kepuasan dan kepatuhan pelayanan.
Pengembangan RSUD Manggelewa, sebagai rumah sakit rujukan juga disesuaikan dengan sistem layanan kesehatan berjenjang. RSUD ini melayani wilayah yang mencakup empat kecamatan dengan empat puskesmas berstatus BLUD dan satu puskesmas non-BLUD.
Baca juga: RSUD Dompu tangani 13 pasien HIV, mayoritas dari penyuka sesama jenis
"Dengan berbagai upaya ini, kami berharap RSUD Manggelewa dapat terus berkembang, memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan serta menjadi fasilitas kesehatan rujukan yang andal di Pulau Sumbawa," pungkas dr. Laela.
Pada tahun 2026, Rumah sakit yang awalnya bernama RS Pratama itu mengelola anggaran BLUD lebih dari Rp1 miliar yang dialokasikan untuk pengadaan obat, bahan medis habis pakai (BMHP), dan kegiatan lainnya.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026