Mataram (ANTARA) - Sebanyak 14 aparatur sipil negara (ASN) tercatat telah mendaftar dalam Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, hingga Kamis (12/2/2026).
Ketua Tim Panitia Seleksi (Pansel) JPT Pratama NTB, Prof Riduan Mas'ud, mengatakan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena masa pendaftaran seleksi terbuka JPT Pratama Pemprov NTB masih dibuka hingga 19 Februari 2026.
Ia menjelaskan panitia seleksi terus membuka ruang informasi, melakukan verifikasi berkas administrasi, serta memantau kelengkapan dokumen peserta yang telah masuk.
"Pansel berharap jumlah pendaftar terus bertambah sampai batas akhir pendaftaran. Kami tetap melakukan verifikasi dan memastikan seluruh berkas memenuhi persyaratan yang telah ditentukan," katanya.
Riduan menegaskan pihaknya mendorong kader-kader terbaik ASN dari seluruh kabupaten/kota di NTB untuk berpartisipasi dalam seleksi terbuka tersebut.
Partisipasi aktif ASN terbaik daerah penting guna menghadirkan figur pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang profesional, berintegritas, dan memiliki kapasitas manajerial yang kuat.
Baca juga: Wagub NTB tanggapi soal pemberhentian 11 kepala OPD
Ia menilai seleksi terbuka JPT Pratama menjadi momentum strategis untuk memperkuat tata kelola pemerintahan di NTB, sekaligus memastikan visi pembangunan daerah "NTB Makmur Mendunia" dapat diterjemahkan secara konkret, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Untuk itu, Pansel melakukan sejumlah evaluasi dari proses seleksi sebelumnya yang sempat mendapat sorotan publik. Pada pelaksanaan tahun ini, kata dia, pansel berkomitmen menjalankan seluruh tahapan seleksi secara lebih cermat, transparan, dan akuntabel.
"Kami akan lebih mendalami aspek rekam jejak, integritas, dan kompetensi calon. Proses ini dilakukan secara objektif agar hasil akhir benar-benar melahirkan pimpinan OPD yang kredibel dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah," ucap Riduan.
Baca juga: DPRD sebut pemberhentian 11 kepala OPD kewenangan Gubernur NTB
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Tri Budi Prayitno, menyebutkan seleksi terbuka JPT Pratama tahun 2026 membuka 13 jabatan pimpinan OPD di lingkup Pemprov NTB. Namun hingga saat ini, empat OPD belum memiliki pendaftar.
Empat jabatan yang belum diminati tersebut meliputi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Kebudayaan, Biro Umum dan Administrasi Pimpinan, serta Direktur RSUP NTB.
"Dari sembilan OPD yang sudah ada pelamar, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan menjadi yang paling banyak diminati dengan tiga orang pendaftar," ujar Tri Budi.
Ia menambahkan jumlah pelamar masih dapat bertambah mengingat masa pendaftaran masih tersisa sekitar tujuh hari. BKD NTB bersama pansel, lanjutnya, terus menyosialisasikan informasi seleksi terbuka JPT Pratama agar menjangkau ASN potensial di seluruh wilayah NTB.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat berharap seleksi terbuka JPT Pratama 2026 ini mampu menghasilkan pimpinan OPD yang kompeten, profesional, dan berintegritas, sehingga dapat memperkuat reformasi birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong percepatan pembangunan daerah yang berdaya saing di tingkat nasional maupun global.
Baca juga: Menata ulang mesin birokrasi
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - NTB menguji mesin birokrasi
Baca juga: Perda SOTK Pemprov NTB berlaku 2026