Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia harus siap menghadapi berbagai kesulitan yang muncul akibat konflik global, termasuk perang yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

Menurutnya, dinamika geopolitik dunia saat ini dapat berdampak pada berbagai sektor, sehingga pemerintah dan seluruh elemen bangsa perlu memiliki kesiapan menghadapi tantangan yang mungkin muncul.

"Kita menghadapi kesulitan dengan sikap kita ingin mengatasi kesulitan. Kita tidak menutupi kesulitan, kita tidak pura-pura tidak ada kesulitan," ujar Prabowo sebagaimana dikutip dalam tayangan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin.

Ia menegaskan pemerintah tidak akan menutup mata terhadap berbagai tantangan yang muncul akibat situasi global.

Baca juga: Prabowo: Sikap non-blok bawa Indonesia di jalur tepat

Konflik di berbagai kawasan dunia, khususnya di Timur Tengah, kata Prabowo, berpotensi memicu tekanan ekonomi maupun ketidakpastian global yang juga bisa dirasakan Indonesia.

Meski begitu, Prabowo menilai Indonesia memiliki kekuatan besar untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut. Ia menyebut persatuan nasional menjadi modal utama bangsa dalam menghadapi krisis.

"Akibat perang di Timur Tengah, kita harus siap menghadapi kesulitan. Tetapi sekali lagi, kita bersyukur bahwa sebenarnya bangsa Indonesia punya kekuatan. Kita punya kekuatan yang besar," katanya.

Presiden optimistis Indonesia mampu melewati berbagai tantangan global dan bahkan keluar dari krisis dalam kondisi yang lebih kuat.

"Bersatu kita kuat, bersatu kita akan menghadapi semua kesulitan, kita akan keluar dari semua krisis," pungkas Presiden.

Baca juga: Prabowo: Jika target jembatan tercapai, KSAD berjasa besar bagi bangsa
Baca juga: Presiden Prabowo pimpin lima rapat terbatas di Hambalang