Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berupaya untuk membangun ekosistem riset yang berfokus pada dampak nyata dan kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan konsorsium riset.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemdiktisaintek RI Fauzan Adziman menjelaskan konsorsium tersebut diarahkan untuk menyelesaikan berbagai isu strategis nasional secara kolaboratif, dengan pendekatan yang tepat guna melalui metode, kerangka kerja, dan indikator yang terukur guna meningkatkan hilirisasi hasil riset perguruan tinggi.

"Pendekatan konsorsium menjadi penting untuk menyatukan kekuatan perguruan tinggi dalam menjawab isu-isu strategis nasional. Dengan kolaborasi yang terarah serta penggunaan metode dan indikator yang tepat, hilirisasi hasil riset dapat berjalan lebih efektif," katanya di Jakarta, Kamis.

Fauzan menjelaskan pemerintah mendorong penguatan ekosistem riset melalui integrasi berbagai sumber pembiayaan, termasuk anggaran kementerian, dukungan lembaga riset, serta pemanfaatan dana abadi untuk memastikan keberlanjutan program sekaligus meningkatkan efektivitas pendanaan riset secara nasional.

Selain itu, arah kebijakan riset difokuskan pada pendekatan berbasis permasalahan, dengan prioritas pada isu-isu strategis seperti ketahanan pangan, perubahan iklim, dan kesehatan. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan riset yang lebih relevan dan solutif.

Baca juga: Kemendiktisaintek mengkampanyekan program Mahasiswa Berdampak di Undiksha

"Riset harus berangkat dari permasalahan nyata sehingga hasilnya dapat diimplementasikan dan memberikan solusi yang jelas," ujarnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Fauzan menyebut pihaknya mengembangkan platform riset yang dapat menghubungkan hasil penelitian dengan kebutuhan industri, serta memperluas pemanfaatan teknologi.

Baca juga: Kemdiktisaintek-BPOM kolaborasi memperkuat inovasi bidang obat dan pangan

Dalam konteks hilirisasi, transformasi hasil riset menuju produk dan inovasi yang siap dimanfaatkan terus diperkuat melalui kemitraan dengan industri, termasuk skema pendanaan bersama, serta penggunaan metode dan indikator untuk mengukur kesiapan dan pemanfaatan hasil riset.

"Kolaborasi, integrasi pendanaan, serta penggunaan kerangka kerja yang tepat akan mempercepat hilirisasi dan memastikan riset memberikan manfaat nyata," tutur Fauzan Adziman.