Mataram (ANTARA) - Idul Adha mengajarkan umat melakukan distribusi dan kepedulian sosial melalui kurban sehingga lahir solidaritas untuk membangun perdamaian dunia, kata Khatib Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di halaman Lombok Epicentrum Mall Kota Mataram TGH Zaidi Abdad.

"Idul Adha mengajarkan distribusi dan kepedulian sosial melalui kurban," katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu.

Puluhan ribu umat Muslim di Kota Mataram melaksanakan Shalat Idul Adha 10 Zulhijjah 1447 Hijriah di sejumlah lapangan dan masjid di kota itu. Pelaksanaan Shalat Idul Adha tingkat Kota Mataram dipusatkan di halaman parkir timur Lombok Epicentrum Mall dengan imam dan khatib TGH Zaidi Abdad.

Shalat Id ditempat itu juga dihadiri Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Mataram, para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) beserta keluarga dan para pegawai pemkot setempat.

Baca juga: Pemprov NTB pusatkan shalat Idul Adha 1447 H di Lapangan Bumi Gora

Ia mengemukakan pentingnya seruan perdamaian dunia dan belajar tentang pengorbanan Nabi Ibrahim AS, di tengah krisis geopolitik global  karena dunia saat ini sedang menghadapi luka kemanusiaan, antara lain ditandai perang di sejumlah tempat dan konflik geopolitik yang melahirkan ketegangan global.

Selain itu, krisis pangan, pengungsi, kemiskinan, dan keruntuhan moral yang menjadi pemandangan harian umat manusia.

Ia mengemukakan teknologi berkembang dengan cepat, tetapi hati manusia justru semakin keras. Dunia semakin maju secara material, namun semakin rapuh secara spiritual.

"Kita menyaksikan bagaimana manusia modern mampu menciptakan kecerdasan buatan, tetapi gagal menciptakan perdamaian batin. Mampu menembus luar angkasa, tetapi belum mampu menghapus kebencian dan kerakusan," katanya.

Baca juga: Pelaksanaan Shalat Idul Adha di Mataram di parkir Mal Epicentrum

Ia menjelaskan di tengah konflik geopolitik, Idul Adha hadir bukan sekadar ritual penyembelihan hewan kurban, tetapi sebagai seruan besar untuk membangun kembali kemanusiaan dan perdamaian dunia melalui keteladanan Nabi Ibrahim AS.

Perjalanan hidup Nabi Ibrahim, katanya, sebagai perjalanan membangun perdamaian di tengah konflik peradaban.

Ketika masyarakat Babilonia tenggelam dalam penyembahan berhala dan tirani kekuasaan Raja Namrud, ujarnya, Nabi Ibrahim tidak membalas kebatilan dengan kebencian brutal.

"Beliau berdialog, berdakwah, dan mengajak manusia berpikir," katanya.

Ia mengatakan keluarga Nabi Ibrahim juga mengajarkan ketahanan menghadapi krisis global.

"Bayangkan ketika Hajar dan bayi Ismail ditinggalkan di lembah tandus Makkah. Tidak ada air, tidak ada makanan, tidak ada peradaban, tetapi dari seorang ibu yang tawakal dan tidak menyerah lahirlah peradaban besar umat Islam yakni sa'i antara Shafa dan Marwah. Itu bukan sekadar ritual, tetapi simbol perjuangan menghadapi krisis kehidupan," katanya.

Ia mengatakan hari ini banyak bangsa mengalami krisis ekonomi, pengangguran, bahkan kehilangan harapan.

Islam, ujar dia, mengajarkan solusi bukan hanya menunggu bantuan, tetapi bergerak, berikhtiar, dan membangun solidaritas sosial.

Oleh karena itu, katanya, Idul Adha harus melahirkan kepedulian kepada fakir miskin, solidaritas kepada korban perang, empati kepada pengungsi, dan komitmen membangun perdamaian dunia.

Ia menjelaskan saat ini dunia tidak kekurangan teknologi, melainkan dunia kekurangan ketulusan. Dunia tidak kekurangan pidato perdamaian, tetapi kekurangan pengorbanan demi perdamaian.

Nabi Ibrahim, ujarnya, mengajarkan perdamaian sejati lahir dari hati yang tunduk kepada Allah, bukan dari ambisi kekuasaan.

"Maka Idul Adha harus menjadi momentum melahirkan generasi Ibrahim, beriman tetapi tetap humanis, kuat tetapi tidak zalim, tegas tetapi penuh kasih sayang, religius tetapi membawa rahmat bagi seluruh alam," katanya.

Setelah Shalat Idul Adha, kegiatan dirangkaikan dengan salam-salaman, penyerahan sapi kurban dari Pemerintah Kota Mataram ke takmir Masjid Raudhatul Jannah Kota Mataram oleh Wali Kota Mataram Mohan Roliskana.

Selanjutnya, ia bersama rombongan akan menyerahkan bantuan sapi kurban dari Presiden dengan bobot 975 kilogram ke takmir Masjid Nurul Falah, Lingkungan Babidas, Kelurahan Pagesangan, Kota Mataram.