Letjen TNI Doni Monardo: Sutopo contoh pengabdian pada negara
Senin, 8 Juli 2019 9:31 WIB
Pemberangkatan jenazah Sutopo ke TPU Sasonolayu (Foto: Aris Wasita)
Mataram (ANTARA) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo menyatakan Sutopo Purwo Nugroho merupakan contoh nyata pengabdian kepada negara.
"Ini jadi pelajaran bagi kita untuk bisa mencontoh dan mengikuti kemauan keras beliau dalam mengabdi kepada negara," katanya pada pelepasan jenazah Sutopo di Boyolali, Senin.
Dalam keadaan sakit, kata dia, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB tersebut, tetap memberikan informasi kepada masyarakat tentang kebencanaan.
"Beliau telah bisa menyampaikan pesan tentang kebencanaan. Mengumpulkan berita dari berbagai daerah dan masyarakat lantas menyusunnya jadi laporan yang mudah dimengerti," katanya.
Selain itu, kata dia, Sutopo juga mampu memberikan analisa peristiwa yang terjadi, saran, dan masukan tentang apa yang perlu dilakukan saat situasi darurat.
"Pak Topo juga memiliki semangat untuk menyatukan berbagai pihak yang terlibat dalam proses kebencanaan," katanya.
Terkait dengan penyakit kanker paru stadium 4 yang diderita Sutopo sejak 2017, kata dia, telah diberikan pengobatan yang terbaik.
Ia mengatakan seluruh dokter terbaik telah berupaya memberikan penyembuhan kepada Sutopo, termasuk keinginan BNPB dan keluarga yang memberangkatkan Sutopo ke salah satu rumah sakit kanker terbaik di Asia, RS Modern Guangzhou, Tiongkok.
Meski demikian, setelah melewati proses pengobatan di Tiongkok sekitar satu bulan, Sutopo dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (7/7).
Sutopo yang berasal dari Kabupaten Boyolali itu meninggalkan seorang istri dan dua putra.
"Ini jadi pelajaran bagi kita untuk bisa mencontoh dan mengikuti kemauan keras beliau dalam mengabdi kepada negara," katanya pada pelepasan jenazah Sutopo di Boyolali, Senin.
Dalam keadaan sakit, kata dia, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB tersebut, tetap memberikan informasi kepada masyarakat tentang kebencanaan.
"Beliau telah bisa menyampaikan pesan tentang kebencanaan. Mengumpulkan berita dari berbagai daerah dan masyarakat lantas menyusunnya jadi laporan yang mudah dimengerti," katanya.
Selain itu, kata dia, Sutopo juga mampu memberikan analisa peristiwa yang terjadi, saran, dan masukan tentang apa yang perlu dilakukan saat situasi darurat.
"Pak Topo juga memiliki semangat untuk menyatukan berbagai pihak yang terlibat dalam proses kebencanaan," katanya.
Terkait dengan penyakit kanker paru stadium 4 yang diderita Sutopo sejak 2017, kata dia, telah diberikan pengobatan yang terbaik.
Ia mengatakan seluruh dokter terbaik telah berupaya memberikan penyembuhan kepada Sutopo, termasuk keinginan BNPB dan keluarga yang memberangkatkan Sutopo ke salah satu rumah sakit kanker terbaik di Asia, RS Modern Guangzhou, Tiongkok.
Meski demikian, setelah melewati proses pengobatan di Tiongkok sekitar satu bulan, Sutopo dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (7/7).
Sutopo yang berasal dari Kabupaten Boyolali itu meninggalkan seorang istri dan dua putra.
Pewarta : Antara
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Longsor Cisarua: Tim SAR evakuasi 29 jenazah, Puluhan korban masih tertimbun
27 January 2026 12:15 WIB
Tragis di Sekotong: Jenazah hangus di tumpukan sampah ternyata ibu, dibunuh anak kandung
27 January 2026 10:02 WIB
Polisi selidiki temuan jenazah hangus di pinggir jalan Sekotong Lombok Barat
26 January 2026 15:12 WIB
Jenazah di Pantai Gading Mataram teridentifikasi korban hanyut Sungai Melau
22 January 2026 18:48 WIB
Banjir terjang Dompu, ratusan rumah terendam, makam jebol hingga jenazah terseret arus
07 January 2026 21:51 WIB