Satu penambang terkubur pasir akibat gempa magnitudo 8,8
Kamis, 26 September 2019 12:17 WIB
Kondisi bangunan Fakultas Kehutanan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon yang mengalami keretakan akibat gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,8 yang mengguncang Pulau Ambon dan sekitarnya, Kamis (26/9) pagi sekitar pukul 08.46 WIT. (ANTARA/ Jimmy Ayal)
Ambon (ANTARA) - Kapolsek Baguala, AKP Tomy Siahaya mengatakan, seorang warga tertimbun material pasir dan batu di kawasan Negeri Lama, Kecamatan Baguala (Kota Ambon) ketika terjadi gempa tektonik dengan magnitudo 6,8 pada Kamis pukul 08:46 WIT.
"Saat ini dilakukan evakuasi oleh aparat kepolisian, tim Tagana dan unsur lainnya yang melakukan penggalian menggunakan alat berat," kata Kapolsek di Ambon, Kamis.
Menurut dia, akibat dari gempa bumi tersebut belum diketahui kerugian materi yang terjadi, namun ada satu warga yang terkubur bersama mobilnya akibat terjatuh di dalam kolam.
"Korban bermarga Frans ini terlempar ke dalam kolam dan longsor pasir serta batu menimbunnya bersama mobil yang diparkir dekat tebing sehingga diduga telah meninggal dunia," kata Kapolsek.
Baca juga: Satu dosen IAIN Ambon meninggal karena gempa
Korban diduga telah meninggal dunia sebab sudah terkubur sejak pukul 08:46 WIT dan sampai saat ini masih dilakukan penggalian.
Selain itu, satu dosen Institut Agama Islam Negeri Ambon bernama Narti Rato juga meninggal dunia akibat tertimbun bangunan rektorat yang rubuh saat terjadi gempa bumi.
"Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy dan Sekretaris Kota, A.G Latuheru juga berada di lokasi kejadian untuk melihat langsung upaya evakuasi korban di Negeri Lama," jelas Kapolsek.
Sementara Kapolsek Teluk Ambon, Ipda Yazie mengatakan belum ada laporan resmi terkait seorang mahasiswi Fakultas Kehutanan Unpatti Ambon yang tewas tertimbun bangunan runtuh saat terjadi gempa.
"Aktivitas perkuliahan sekarang terhenti dan anggota kami masih berada di lapangan tetapi sejauh ini belum ada laporan resmi mahasiswa yang meninggal dunia," kata Kapolsek.
Baca juga: Satu orang meninggal tertimbun longsor akibat gempa di Ambon
Baca juga: Satu anggota keluarga staf Basarnas meninggal dunia saat selamatkan diri
"Saat ini dilakukan evakuasi oleh aparat kepolisian, tim Tagana dan unsur lainnya yang melakukan penggalian menggunakan alat berat," kata Kapolsek di Ambon, Kamis.
Menurut dia, akibat dari gempa bumi tersebut belum diketahui kerugian materi yang terjadi, namun ada satu warga yang terkubur bersama mobilnya akibat terjatuh di dalam kolam.
"Korban bermarga Frans ini terlempar ke dalam kolam dan longsor pasir serta batu menimbunnya bersama mobil yang diparkir dekat tebing sehingga diduga telah meninggal dunia," kata Kapolsek.
Baca juga: Satu dosen IAIN Ambon meninggal karena gempa
Korban diduga telah meninggal dunia sebab sudah terkubur sejak pukul 08:46 WIT dan sampai saat ini masih dilakukan penggalian.
Selain itu, satu dosen Institut Agama Islam Negeri Ambon bernama Narti Rato juga meninggal dunia akibat tertimbun bangunan rektorat yang rubuh saat terjadi gempa bumi.
"Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy dan Sekretaris Kota, A.G Latuheru juga berada di lokasi kejadian untuk melihat langsung upaya evakuasi korban di Negeri Lama," jelas Kapolsek.
Sementara Kapolsek Teluk Ambon, Ipda Yazie mengatakan belum ada laporan resmi terkait seorang mahasiswi Fakultas Kehutanan Unpatti Ambon yang tewas tertimbun bangunan runtuh saat terjadi gempa.
"Aktivitas perkuliahan sekarang terhenti dan anggota kami masih berada di lapangan tetapi sejauh ini belum ada laporan resmi mahasiswa yang meninggal dunia," kata Kapolsek.
Baca juga: Satu orang meninggal tertimbun longsor akibat gempa di Ambon
Baca juga: Satu anggota keluarga staf Basarnas meninggal dunia saat selamatkan diri
Pewarta : Daniel Leonard
Editor : Masnun
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hujan dan angin kencang di Ambon rusak rumah warga, 11 pohon tumbang
05 February 2025 12:00 WIB, 2025
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Yayasan Puri Kauhan Ubud umumkan ide karya terbaik kompetisi seni pertunjukan dengan inovasi teknologi
05 September 2025 5:34 WIB
Konferprov PWI Bali 2025 secara aklamasi memilih Dira Arsana sebagai Ketua PWI periode 2025-2029
31 May 2025 7:19 WIB
Sinergi PKT BISA dongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani Magetan
20 May 2025 18:55 WIB
Pemilik tanah Gnyadnya minta keadilan peralihan tanahnya dipecah jadi 26 sertifikat
03 February 2025 20:22 WIB, 2025
Demplot Pupuk Kaltim di Jombang, hasil padi petani capai 9,2 ton per hektare
04 September 2024 15:31 WIB, 2024
Suara legislator, Reni Astuti sarankan ada peta banjir digital di Surabaya
27 February 2024 8:04 WIB, 2024