Ibunda mahasiswa Faisal Amir: kalau meninggal jenazah akan saya bawa ke DPR
Sabtu, 28 September 2019 12:16 WIB
Ibu mahasiswa Universitas Al Azhar Faisal Amir, Asma Ratu Agung (tengah), menangis saat konferensi pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (27-9-2019). ANTARA/Rangga
Jakarta (ANTARA) - Asma Ratu Agung, ibu dari mahasiswa Universitas Al Azhar Faisal Amir yang mengalami kekerasan saat unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, menangis saat menggelar konferensi pers di Kantor Komnas HAM, Jumat petang.
Ratu tak kuasa menahan haru ketika harus menjelaskan bahwa anaknya adalah pribadi yang sangat baik dalam kehidupan sehari-hari.
"Faisal ini dia anak baik, alumnus pesantren hafal tiga juz Alquran, patuh kepada orang tua, dan peduli kepada sesama," kata Ratu Agung.
Ratu Agung sangat berharap Komnas HAM dapat membantu mengusut tuntas siapa pelaku kekerasan terhadap anaknya itu.
Ia tersinggung dengan adanya tudingan bahwa aksi mahasiswa di DPR RI dibayar pihak tertentu.
Ratu Agung menegaskan bahwa keluarganya adalah orang yang mampu secara finansial.
Faisal sendiri, kata dia, memiliki bisnis rumah makan bersama teman-temannya.
"Dia setelah selesai kuliah, jualan satai Bang Bewok sama teman-temannya mulai pukul 16.00 sampai24.00 WIB," ujar Ratu.
Ratu sebagai orang tua akan menuntut penguasa apabila anaknya yang kini masih menjalani perawatan harus sampai kehilangan nyawa.
"Kalau anak saya meninggal (jenazahnya) akan saya bawa ke DPR, kepada Presiden, kepada semua penguasa negeri," kata Ratu.
Ratu tak kuasa menahan haru ketika harus menjelaskan bahwa anaknya adalah pribadi yang sangat baik dalam kehidupan sehari-hari.
"Faisal ini dia anak baik, alumnus pesantren hafal tiga juz Alquran, patuh kepada orang tua, dan peduli kepada sesama," kata Ratu Agung.
Ratu Agung sangat berharap Komnas HAM dapat membantu mengusut tuntas siapa pelaku kekerasan terhadap anaknya itu.
Ia tersinggung dengan adanya tudingan bahwa aksi mahasiswa di DPR RI dibayar pihak tertentu.
Ratu Agung menegaskan bahwa keluarganya adalah orang yang mampu secara finansial.
Faisal sendiri, kata dia, memiliki bisnis rumah makan bersama teman-temannya.
"Dia setelah selesai kuliah, jualan satai Bang Bewok sama teman-temannya mulai pukul 16.00 sampai24.00 WIB," ujar Ratu.
Ratu sebagai orang tua akan menuntut penguasa apabila anaknya yang kini masih menjalani perawatan harus sampai kehilangan nyawa.
"Kalau anak saya meninggal (jenazahnya) akan saya bawa ke DPR, kepada Presiden, kepada semua penguasa negeri," kata Ratu.
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kualifikasi Piala Dunia: Al-Ammari antarkan Irak ke playoff antar konfederasi
19 November 2025 7:12 WIB
Wapres Ma'ruf Amir ajak tokoh agama dunia terus berperan wujudkan perdamaian
22 May 2023 12:37 WIB, 2023
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Kemen PPPA koordinasi mengkawal penanganan kekerasan seksual guru ngaji
03 January 2024 20:30 WIB, 2024
Polda NTB sebut pemberantasan aksi TPPO masih jadi atensi tahun 2024
03 January 2024 20:06 WIB, 2024
Polda NTB ungkap kepastian hukum kasus penipuan investasi WN Prancis
03 January 2024 18:06 WIB, 2024