Tara merasa tidak cantik
Kamis, 10 Oktober 2019 20:14 WIB
Tara Basro ditemui saat pemutaran perdana film "Perempuan Tanah Jahanam" di Jakarta, Kamis (10/10/2019) (ANTARA News/Maria Cicilia Galuh)
Jakarta (ANTARA) - Tara Basro mengaku pernah ditolak dalam sebuah proyek film walaupun sudah memiliki nama di jagat hiburan Tanah Air, dia merasa hal tersebut disebabkan karena wajahnya yang tidak cantik.
"Pernah sih karena untuk saat ini penampilan saya masih belum representable sebagai imej cantiknya orang-orang," kata Tara ditemui saat pemutaran perdana film "Perempuan Tanah Jahanam" di Jakarta, Kamis.
"Selama ini Indonesia itu kan yang cantik itu yang putih, rambut panjang, hidung mancung. Saya rasa itu bukan imej saya yang dilihat orang-orang," lanjut Tara.
Peraih Piala Citra Pemeran Utama Wanita Terbaik 2015 itu, sudah mengalami jatuh bangunnya berkarir di industri film. Menurut dia, penolakan dan penerimaan karakter adalah hal yang biasa terjadi.
Baca juga: Antusiasme Tara Basro dan Marissa Anita dalam film "Gundala"
"Peran di sebuah film itu kan jodoh-jodohan ya. Karena bisa saja jadwal cocok, perannya tidak atau sebaliknya. Jadi banyak faktor yang menjadi pertimbangan," jelas Tara.
Pemain film "Gundala" itu melanjutkan sepanjang berkarir di dunia hiburan, dia pernah mengalami penolakan atau tidak dipercaya karena jumlah pengikutnya di media sosial tidak sebanyak jumlah pengikut aktris lainnya.
Untuk film "Perempuan Tanah Jahanam", Tara tetap melakukan casting meski sudah pernah terlibat pada beberapa film besutan Joko Anwar seperti "Pengabdi Setan" dan "A Copy of My Mind".
"Bang Joko sebagai film maker itu selalu memilih orang terbaik untuk perannya. Semua film Joko Anwar yang saya bintangi itu casting. Memang Bang Joko mau lihat dulu apakah cocok atau tidak buat karakternya," kata Tara.
"Pernah sih karena untuk saat ini penampilan saya masih belum representable sebagai imej cantiknya orang-orang," kata Tara ditemui saat pemutaran perdana film "Perempuan Tanah Jahanam" di Jakarta, Kamis.
"Selama ini Indonesia itu kan yang cantik itu yang putih, rambut panjang, hidung mancung. Saya rasa itu bukan imej saya yang dilihat orang-orang," lanjut Tara.
Peraih Piala Citra Pemeran Utama Wanita Terbaik 2015 itu, sudah mengalami jatuh bangunnya berkarir di industri film. Menurut dia, penolakan dan penerimaan karakter adalah hal yang biasa terjadi.
Baca juga: Antusiasme Tara Basro dan Marissa Anita dalam film "Gundala"
"Peran di sebuah film itu kan jodoh-jodohan ya. Karena bisa saja jadwal cocok, perannya tidak atau sebaliknya. Jadi banyak faktor yang menjadi pertimbangan," jelas Tara.
Pemain film "Gundala" itu melanjutkan sepanjang berkarir di dunia hiburan, dia pernah mengalami penolakan atau tidak dipercaya karena jumlah pengikutnya di media sosial tidak sebanyak jumlah pengikut aktris lainnya.
Untuk film "Perempuan Tanah Jahanam", Tara tetap melakukan casting meski sudah pernah terlibat pada beberapa film besutan Joko Anwar seperti "Pengabdi Setan" dan "A Copy of My Mind".
"Bang Joko sebagai film maker itu selalu memilih orang terbaik untuk perannya. Semua film Joko Anwar yang saya bintangi itu casting. Memang Bang Joko mau lihat dulu apakah cocok atau tidak buat karakternya," kata Tara.
Pewarta : Maria Cicilia
Editor : Masnun
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Yayasan Puri Kauhan Ubud umumkan ide karya terbaik kompetisi seni pertunjukan dengan inovasi teknologi
05 September 2025 5:34 WIB
Konferprov PWI Bali 2025 secara aklamasi memilih Dira Arsana sebagai Ketua PWI periode 2025-2029
31 May 2025 7:19 WIB
Sinergi PKT BISA dongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani Magetan
20 May 2025 18:55 WIB
Pemilik tanah Gnyadnya minta keadilan peralihan tanahnya dipecah jadi 26 sertifikat
03 February 2025 20:22 WIB, 2025
Demplot Pupuk Kaltim di Jombang, hasil padi petani capai 9,2 ton per hektare
04 September 2024 15:31 WIB, 2024
Suara legislator, Reni Astuti sarankan ada peta banjir digital di Surabaya
27 February 2024 8:04 WIB, 2024