Mataram segera bahas pembebasan lahan untuk pelebaran jalan
Rabu, 4 Desember 2019 15:43 WIB
Salah satu titik ruas Jalan Catur Warga Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang akan dilebarkan. (ANTARA/Nirkomala)
Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), segera membahas rencana pembebasan lahan untuk pelebaran Jalan Catur Warga hingga Jalan Pendidikan dan Jalan Ade Irma, Karang Taliwang.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Mataram, H Mahmuddin Tura, di Mataram, Rabu, mengatakan, pelebaran jalan tersebut merupakan program dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bidang Bina Marga Provinsi NTB.
"Untuk anggaran fisik sepenuhnya menjadi tanggungan pihak provinsi, sedangkan kita diminta memberikan dukungan anggaran untuk pembebasan lahan," katanya.
Pelebaran jalan tersebut, menurut dia, merupakan program lanjutan dari kegiatan pelebaran Jalan Panca Usaha karena itu konsep pembangunannya disamakan dengan lebar badan jalan sembilan meter serta bahu dan saluran pada bagian kiri dan kanan masing-masing tiga meter sehingga totalnya menjadi 15 meter.
"Dengan demikian, lebar Jalan Catur Warga dan Pendidikan akan ditambah empat sampai lima meter. Di mana lebar jalan saat ini sekitar 10-11 meter," katanya.
Mahmuddin optimistis proyek itu bisa bisa dilaksanakan sesuai jadwal.
Dia mengatakan, masalah pembebasan lahan ini bukan barang baru, dan pemerintah kota sudah melakukannya di sejumlah titik, bahkan untuk membuka jalan baru dengan membelah perkampungan di Jalan Bung Hatta.
"Yang penting adalah dana kita harus tersedia," katanya.
Ia mengatakan, proses pembebasan lahan milik pribadi dan sudah bersertifikat tidak terlalu sulit, kendala biasanya hanya ada dalam membebaskan tanah yang statusnya tanah wakaf, warisan, dan milik yayasan.
"Karena itu, dalam pembahasan nanti akan dilakukan pemetaan terhadap kebutuhan tambahan lahan untuk pelebaran jalan, sekaligus penentuan harga dari tim penaksir harga," ujarnya.
Mahmuddin mengatakan pelebaran jalan dilakukan karena jumlah penduduk cenderung meningkat, demikian pula dengan penggunaan kendaraan.
"Seperti di Jalan Panca Usaha, setelah dilebarkan masyarakat bisa lebih nyaman," katanya menambahkan.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Mataram, H Mahmuddin Tura, di Mataram, Rabu, mengatakan, pelebaran jalan tersebut merupakan program dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bidang Bina Marga Provinsi NTB.
"Untuk anggaran fisik sepenuhnya menjadi tanggungan pihak provinsi, sedangkan kita diminta memberikan dukungan anggaran untuk pembebasan lahan," katanya.
Pelebaran jalan tersebut, menurut dia, merupakan program lanjutan dari kegiatan pelebaran Jalan Panca Usaha karena itu konsep pembangunannya disamakan dengan lebar badan jalan sembilan meter serta bahu dan saluran pada bagian kiri dan kanan masing-masing tiga meter sehingga totalnya menjadi 15 meter.
"Dengan demikian, lebar Jalan Catur Warga dan Pendidikan akan ditambah empat sampai lima meter. Di mana lebar jalan saat ini sekitar 10-11 meter," katanya.
Mahmuddin optimistis proyek itu bisa bisa dilaksanakan sesuai jadwal.
Dia mengatakan, masalah pembebasan lahan ini bukan barang baru, dan pemerintah kota sudah melakukannya di sejumlah titik, bahkan untuk membuka jalan baru dengan membelah perkampungan di Jalan Bung Hatta.
"Yang penting adalah dana kita harus tersedia," katanya.
Ia mengatakan, proses pembebasan lahan milik pribadi dan sudah bersertifikat tidak terlalu sulit, kendala biasanya hanya ada dalam membebaskan tanah yang statusnya tanah wakaf, warisan, dan milik yayasan.
"Karena itu, dalam pembahasan nanti akan dilakukan pemetaan terhadap kebutuhan tambahan lahan untuk pelebaran jalan, sekaligus penentuan harga dari tim penaksir harga," ujarnya.
Mahmuddin mengatakan pelebaran jalan dilakukan karena jumlah penduduk cenderung meningkat, demikian pula dengan penggunaan kendaraan.
"Seperti di Jalan Panca Usaha, setelah dilebarkan masyarakat bisa lebih nyaman," katanya menambahkan.
Pewarta : Nirkomala
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi selidiki temuan jenazah hangus di pinggir jalan Sekotong Lombok Barat
26 January 2026 15:12 WIB
Diserang senjata tajam di jalan sepi, Warga Lembar jadi korban penganiayaan
25 January 2026 18:05 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Anggota DPD RI Lia Istifhama apresiasi program revitalisasi sekolah, Jatim tertinggi usulan Nasional
30 January 2026 17:35 WIB
Senator Lia Istifhama: Penyederhanaan verifikasi BPJS perkuat perlindungan dana jamaah haji
30 January 2026 17:29 WIB