Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat memperbaiki 721 titik jalan rusak dengan sistem penambalan dan pengerasan beton pascabanjir yang melanda wilayah setempat. Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Sudin Bina Marga Jakarta Barat, Khairul Imam, di Jakarta, Selasa, mengatakan, perbaikan jalan dapat berjalan di awal tahun 2026 lantaran stok material yang telah disiapkan sejak Desember 2025.
“Setiap tahun memang polanya seperti itu. Kami menyiapkan stok material sejak Desember untuk kebutuhan pekerjaan di Januari dan Februari karena anggaran tahun berjalan belum bisa langsung digunakan di awal tahun,” ujarnya.
Metode perbaikan disesuaikan dengan kondisi dan fungsi jalan. Untuk kerusakan ringan dilakukan penambalan aspal, sementara pada ruas jalan yang sering dilalui kendaraan bertonase berat, perbaikan diarahkan menggunakan pengerasan beton secara bertahap.
Baca juga: Pembongkaran tiang monorel bisa urai kemacetan
Baca juga: Jakarta hentikan pengerjaan jaringan utilitas kabel fiber di Pondok Gede Raya
“Jalan yang dilalui kendaraan berat lebih kami arahkan menggunakan beton karena lebih kuat dan tidak mudah melendut seperti aspal,” katanya.
Menurut dia, meningkatnya kerusakan jalan pada musim hujan disebabkan air yang meresap ke lapisan tanah dasar, sehingga melemahkan struktur jalan dan memicu lubang saat dilintasi kendaraan.
“Air hujan masuk ke pori-pori tanah dasar. Ketika dilalui kendaraan, struktur jalan menjadi cepat rusak. Itu sebabnya kerusakan jalan banyak terjadi di musim hujan,” katanya.
Pewarta : Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026