Wagub NTB pimpin menanam bakau pada Gerakan Save Teluk Bima
Senin, 9 Desember 2019 6:08 WIB
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Hj. Sitti Rohmi Djalilah bersama Bupati Kabupaten Bima, Hj. Indah Damayanti Putri, Wali Kota Bima, H.M. Lutfi dan para relawan melakukan penanaman pohon cemara laut dan mangrove dalam rangka Gerakan Save Teluk Bima, Minggu (8/12/2019). (ANTARA/Humas Pemprov NTB).
Bima, NTB (ANTARA) - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Hj. Sitti Rohmi Djalilah bersama Bupati Bima, Indah Damayanti Putri, Wali Kota Bima, H.M. Lutfi dan para relawan melakukan penanaman pohon cemara laut dan mangrove atau bakau dalam rangka Gerakan Save Teluk Bima, Minggu.
Dalam keterangan tertulis diterima wartawan, kegiatan tersebut berlangsung di Desa Kananta, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima yang letaknya berada di kawasan Teluk Bima. Penanaman tersebut digelar dalam rangka Gerakan Save Teluk Bima dan Jambore Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang digagas Pemerintah Kota dan Kabupaten Bima.
Wakil Gubernur Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan bahwa penanaman pohon tersebut merupakan orientasi bagaimana menjadikan Kabupaten dan Kota Bima serta NTB secara umum berada pada level tangguh bencana.
"Kita ingin ke depan, semua desa kita tangguh bencana," ujarnya.
Ia memuji Bupati dan masyarakat Kabupaten Bima yang memiliki komitmen tinggi terhadap lingkungan mulai dari anak-anak hingga orang tua. Umi Rohmi terus mendorong seluruh masyarakat untuk peduli pada lingkungan serta tidak perlu berkecil hati atas apa yang telah terjadi pada lingkungan selama ini.
"Yang perlu dilakukan ke depan adalah terus memperbaiki lingkungan dan perlu diingat bahwa memperbaiki lingkungan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan," katanya.
Bupati Bima, Hj. Dinda Damayanti Putri menyampaikan Kabupaten Bima tercatat sebagai daerah yang berisiko terhadap bencana. Salah satunya karena daerah ini berada dalam kawasan ring of fire. Namun, di era modern seperti saat ini, banyak bencana diakibatkan oleh aktivitas manusia.
"Kegiatan Apel Kesiapsiagaan ini sangat strategis dalam rangka menyatukan persepsi dan koordinasi. Begitu juga dengan kegiatan penanaman pohon menjadi hal yang sangat dibutuhkan," ucapnya.
Musibah yang terjadi selama ini memberi pelajaran dan wawasan kepada masyarakat mengenai pentingnya reboisasi bagi lingkungan. Ini katanya, bertujuan untuk membangun kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana.
"Kita ingin membangun partisipasi semua pihak untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan kesiapsiagaan bencana seperti edukasi kebencanaan, evakuasi mandiri, latihan kesiapsiagaan dilakukan oleh individu keluarga," jelasnya.
Dae Dinda, sapaan akrab Bupati Bima itu mengajak semua pihak, mulai dari anak-anak hingga orang tua untuk menjaga alam dengan menanam.
"Kita jaga alam, alam jaga kita," katanya.
Dalam keterangan tertulis diterima wartawan, kegiatan tersebut berlangsung di Desa Kananta, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima yang letaknya berada di kawasan Teluk Bima. Penanaman tersebut digelar dalam rangka Gerakan Save Teluk Bima dan Jambore Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang digagas Pemerintah Kota dan Kabupaten Bima.
Wakil Gubernur Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan bahwa penanaman pohon tersebut merupakan orientasi bagaimana menjadikan Kabupaten dan Kota Bima serta NTB secara umum berada pada level tangguh bencana.
"Kita ingin ke depan, semua desa kita tangguh bencana," ujarnya.
Ia memuji Bupati dan masyarakat Kabupaten Bima yang memiliki komitmen tinggi terhadap lingkungan mulai dari anak-anak hingga orang tua. Umi Rohmi terus mendorong seluruh masyarakat untuk peduli pada lingkungan serta tidak perlu berkecil hati atas apa yang telah terjadi pada lingkungan selama ini.
"Yang perlu dilakukan ke depan adalah terus memperbaiki lingkungan dan perlu diingat bahwa memperbaiki lingkungan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan," katanya.
Bupati Bima, Hj. Dinda Damayanti Putri menyampaikan Kabupaten Bima tercatat sebagai daerah yang berisiko terhadap bencana. Salah satunya karena daerah ini berada dalam kawasan ring of fire. Namun, di era modern seperti saat ini, banyak bencana diakibatkan oleh aktivitas manusia.
"Kegiatan Apel Kesiapsiagaan ini sangat strategis dalam rangka menyatukan persepsi dan koordinasi. Begitu juga dengan kegiatan penanaman pohon menjadi hal yang sangat dibutuhkan," ucapnya.
Musibah yang terjadi selama ini memberi pelajaran dan wawasan kepada masyarakat mengenai pentingnya reboisasi bagi lingkungan. Ini katanya, bertujuan untuk membangun kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana.
"Kita ingin membangun partisipasi semua pihak untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan kesiapsiagaan bencana seperti edukasi kebencanaan, evakuasi mandiri, latihan kesiapsiagaan dilakukan oleh individu keluarga," jelasnya.
Dae Dinda, sapaan akrab Bupati Bima itu mengajak semua pihak, mulai dari anak-anak hingga orang tua untuk menjaga alam dengan menanam.
"Kita jaga alam, alam jaga kita," katanya.
Pewarta : Nur Imansyah
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wabup: Penanaman mangrove di Lombok Timur wujud pembangunan berkelanjutan
28 November 2025 18:00 WIB
Pemkab Dompu dan Geopark Tambora tanam ribuan mangrove untuk lindungi kawasan pesisir
14 October 2025 0:42 WIB
Terpopuler - Lingkungan
Lihat Juga
FKIJK NTB dan MIM Foundation salurkan genset bagi penyintas banjir di Aceh
02 January 2026 15:01 WIB
Gunung Semeru hari ini alami 16 kali erupsi, tinggi letusan capai 1.100 meter
03 December 2025 10:28 WIB
Sembilan orang terseret banjir bandang di Agam, Sumatera Barat masih dalam pencarian
28 November 2025 13:35 WIB
BMKG prediksikan puncak musim hujan di Sulteng September hingga April 2026
16 September 2025 15:52 WIB