Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus berupaya mendorong pengusaha mitra petani untuk menyukseskan percepatan konversi tungku tembakau berbahan bakar minyak tanah ke oven batu bara.

  "Berbagai upaya yang bersifat mendorong percepatan konversi oven tembakau terus dilakukan, terutama mengingatkan pengusaha mitra petani agar lebih giat menuntaskan pengalihan tungku pemanasan tembakau virginia itu," Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Ihya Ulumuddin, di Mataram, Senin.

  Ia mengatakan pihaknya terus mengingatkan pengusaha tembakau itu karena Gubernur NTB KH.M. Zainul Majdi sudah sering menegaskan bahwa perusahaan tembakau di Pulau Lombok harus berperan aktif menyukseskan proses konversi tungku oven tembakau virginia.

  Para pengusaha tembakau di Lombok agar memahami posisinya sebagai mitra petani, bahkan gubernur pernah mengancam akan mencabut izin operasional perusahaan tembakau yang beroperasi di Pulau Lombok jika tidak menaati ketentuan yang berlaku.

  Menurut dia aturan yang dimaksud adalah Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2006 tentang Usaha Budidaya dan Kemitraan Perkebunan Tembakau Virginia di NTB.

  "Saat ini, perusahaan tembakau atau perusahaan mitra petani tembakau yang beroperasi di Pulau Lombok telah mencapai 18 unit, termasuk PT Sadhana Arifnusa atau perusahaan milik Sampoerna Group selaku perusahaan mitra petani tembakau di Pulau Lombok yang terbesar," katanya.

   Perusahaan lainnya adalah PT Indonesia Dwi9, PT Export Leaf Indonesia, PT Dua Jarum, CV.Tresno Adi, Nyoto Permadi, Indonesia Indi Tobaco Citra Niaga, UD Subiyakto, UD Keluarga Sapi, UD Cakrawala, Satuning Mitra Lestari, UD Iswanto, UD Sumber Rezeki Pancor, UD Kemuning Sari Taya Jaya, Stevi dan PT Selaparang Agro serta PT Gudang Garam.

  Sementara usaha tani tembakau virginia itu paling dominan berlokasi di Kabupaten Lombok Timur, kemudian di Lombok Tengah dan Lombok Barat.

  Ia mengatakan sedangkan luas areal tanam tembakau virginia di Pulau Lombok telah mencapai 22 ribu hektare, dengan tingkat produksi sekitar 48 ribu ton di tahun 2009.

  "Tidak ada alasan bagi perusahaan mitra petani tembakau itu untuk tidak menyukseskan konversi oven tembakau, karena gubernur akan mencabut izin operasionalnya jika tidak sesuai harapan," ujar Ulumuddin.

  Ia mengaku harus gencar mendorong percepatan korversi tungku oven tembakau karena hingga kini masih ada sebanyak 10.614 unit oven tembakau yang belum dikonversi, atau baru 5.167 unit yang telah dikonversi ke oven berbahan bakar batu bara.

  Musim panen atau saat aktivitas pemanasan (omprongan) tembakau virginia telah dimulai sejak akhir Juni hingga Oktober mendatang.

  "Masih tersisa waktu sebulan lebih dan diupayakan semua oven berbahan bakar minyak tanah itu dapat dikonversi ke batu bara," ujar Ulumuddin.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026