
MERAMPOK DI BATAM DITANGKAP DI MATARAM

Mataram, 15/12 (ANTARA) - Seorang pelaku perampokan di Batam, Kepulauan Riau, Beny alias Aliong (25) dibekuk di Bandara Selaparang, Mataram, Senin sekitar pukul 11.00 Wita ketika hendak 'check in' (melapor) untuk penerbangan menuju Bandara Juanda Surabaya.
Kaur Bin Ops Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Mataram, Iptu Agus Dwi Ananta mengatakan, Beny merupakan salah satu pelaku perampokan di tempat penukaran mata uang asing (Money Changer) Gemini Fasilindo di Komplek Plaza Aviari, Batu Aji, Batam, Kepulauan Riau.
"Buronan itu dikejar aparat kepolisian Barelang, Riau dan dikabarkan sudah dua hari berada di Pulau Lombok sehingga kami membantu menangkap buronan itu saat hendak berangkat ke Surabaya," ujarnya.
Menurut aparat kepolisian Poltabes Barelang, kata Ananta, Beny dan enam orang rekannya teridentifikasi melakukan perampokan di "Money Changer" itu pada 9 Nopember 2008 dengan melarikan uang tunai sebesar Rp300 juta lebih.
Kawanan perampok itu bereaksi sekitar pukul 22.00 waktu setempat. Saat itu tiga orang karyawan diikat, brankas berisi uang dibobol kemudian uang tunai sebanyak Rp300 juta lebih dibawa kabur.
Aksi perampokan itu diawali dengan aksi berpura-pura menukarkan uang kemudian salah seorang pelaku menodongkan pistol ke arah karyawan dan mengancam agar tidak bergerak, kemudian para karyawan diikat di bawah ancaman parang dan disekap hingga aksi pembobolan brankas terjadi.
Tiga orang rekannya sudah ditangkap aparat kepolisian Riau dan empat tersangka lainnya dinyatakan buron dan dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Beny yang berdomisili di Kampung Sukamaju, RT05, RW12 Kelurahan Kijang Kota, Pintu Timur, Kepulauan Riau itu berupaya melarikan diri ke luar daerah tetapi "tercium" aparat bersembunyi di Pulau Lombok, NTB.
"Saat 'check in' di Bandara Selaparang, Beny didampingi seorang temannya yang merupakan warga NTB. Kini rekannya itu juga sedang diperiksa untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.
Ananta menambahkan, sangat mungkin tiga rekannya pelaku pembobol brankas juga bersembunyi di Pulau Lombok sehingga upaya pengejaran terus dilakukan.
Upaya pengejaran pun ekstra hati-hati karena dikabarkan para buronan itu memiliki senjata api (senpi) yang digunakan saat membobol brankas perusahaan "money changer" di Batam itu.
"Dari keterangan Beny dan rekannya akan dikembangkan untuk menjajaki kemungkinan buronan lainnya bersembunyi di Pulau Lombok," ujarnya.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
